|


|
|
|
|
KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH 2010
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)
" Peran Roh Kudus Dalam Hidup Orang Percaya "
Pembicara: Pdt Agus Lutan
Tanggal 13 Juni 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: Yohanes 14:16-17
Yohanes 14:16-17
16Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17yaitu Roh kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Mengapa banyak orang menolak Roh Kudus? Karena mereka tidak melihat dan tidak mengenal Roh Kudus. Baik dalam manifestasi-Nya ,maupun karunia-karunia yang diberikan-Nya.
Siapa Roh Kudus itu?
1. Roh Kudus adalah Pribadi Ilahi
Roh Kudus bukanlah bahasa, atau burung merpati, air, angina tau apapun yang dapat kita pegang, semua itu hanyalah gambaran/symbol dari karakter Roh Kudus. Dia adalah Pribadi dari Tuhan yang memiliki perasaan dan kehendak. Dan sebagai Pribadi Ilahi, Roh Kudus ingin berkomunikasi dengan kita. Roh Kudus bekerja secara teratur dan tidak pernahy ngawur dalam setiap manifestasi-Nya. Seingka;I kita salah dalam menggunakan Roh Kudus, akibatnya Roh Kudus tidak bekerja maksimal dan efektif dalam hidup kita. Untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus dan bagaimana memaksimalkan peran Roh Kudus dalam hidup kita adalah dengan bersekutu secara intim dengan TUHAN.
a.Roh Kudus, sebagai Pribadi Allah-Ia tidak berubah. Ia kekal.
b.Roh Kudus, Maha Tahu. Tidak ada yang tersembunyi dari RK dan Ia mengetahui segala sesuatu yang ada dalam hati kita. Dan Ia menempelak setiap dosa yang kita lakukan. Jangan coba-coba sembunyikan dosa di hadapan Tuhan, sebab Roh Kudus tahu segala apa yang telah kita lakukan.
c.Roh Kudus –Maha Hadir. Ia ada di mana-mana, tidak dibatasi oleh waktu, tempat, bahkan situasi kita.
Tidak ada kuasa yang bias mengalahkan kuasa Roh Kudus. Kuasa apapun itu, semua terbatas tapi kuasa Roh Kudus tak terbatas. Dunia dengan segala isinyapun diciptakan dengan peran serta kuasa Roh Kudus.
2.Roh Kudus sebagai Penolong
Allah tidak akan membiarkan kita sendiri dalam menjalani hidup di tengah-tengah dunia yang sukar ini, tapi Ia memberikan Seorang Penolong untuk menghibur kita dan menjadi sumber kekuatan. Oleh sebab itu, orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak mudah berputus asa, tidak mudah kecewa tapi selalu tegar dan optimis dalam menjalani hidup.
3.Roh Kudus adalah Roh Kebenaran.
Dia yang akan menuntun kita supaya hidup benar. Secara natural kita tidak bias hidup benar tanpa kekuatan Roh Kudus. Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran dan membawa kita tinggal dalam kebenaran. Hidup di dunia ini penuh godaan dosa dan untuk menang atasnya, kita harus dipenuhi dan dituntun oleh Roh Kudus untuk berjalan dalam Kebenaran.
Hormati Roh Kudus dalam hidup kita, hargai Dia karena kesetiaan-Nya menyertai kita dan menolong kita dalam menghadapi masalah hidup sehingga kita mengalami kemenangan. Segani Dia karena kuasa-Nya yang menuntun kita untuk hidup dan tinggal dalam kebenaran (Firman Allah) sehingga kita dapat hidup layak dan berkenan kepada TUHAN.
" Mengalami Mujizat Tuhan "
Pembicara: Pdm Rulianto Wijaya
Tanggal 30 Mei 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: Lukas 5:1-7
1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
.
Kenapa Simon mengalami mujizat Tuhan?
1. Karena Simon memberikan waktunya kepada Tuhan, banyak orang ketika mengalami persoalan mereka coba selesaikan masalah itu di luar Tuhan (ayat 3). Ketika Simon diminta oleh Yesus untuk memberikan perahunya dipakai oleh Tuhan, ia tidak protes kepada Yesus.
2. Simon mendengarkan / memperhatikan Firman Tuhan, meskipun dia lelah tetapi ia tetap dengarkan Firman Tuhan (ayat 4).Dalam keadaan fisik yang lelah sekalipun Simon tetap mendengarkan Firman Tuhan dengan segenap hatinya.
3.Simon hidup dengan iman, ia tidak mengandalkan pikirannya dan pengalamannya sebagai nelayan yang sudah bertahun-tahun menjadi nelayan. Tetapi Simon mengandalkan Tuhan (ayat 5). Walaupun Ia sudah bertahun-tahun menjadi nelayan, ia tidak memberontak atas perintah Tuhan meskipun waktu itu sudah siang.
Sama seperi janda yang kekurangan, walau hanya punya tepung sedikit tetapi mau berbagi dengan nabi, dan mengalami mujizat yang berkelimpahan.
4.Ketika Petrus melihat tangkapan sangat bayak, ia memanggil kawan-kawannya yang lain. Simon tidak egois, tidak pelit, ia tidak hidup bagi dirinya sendiri tetapi ia mau berbagi dengan orang lain (ayat 7).
" Percaya Dan Mengandalkan Tuhan"
Pembicara: Pdm Rulianto Wijaya
Tanggal 30 Mei 2010 Ibadah Raya II
Ayat Firman Tuhan: Yeremia 17:5
1 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
.
10.15
“Percaya dan mengandalkan Tuhan”
Yeremia 17:5
Dalam Yohanes 20:27-29, Tuhan Yesus menegur ketidak percayaan Thomasnatas kebangkitan Yesus (Thomas adalah pribadi yang percaya jika melihat bukti) dan mengatakan berbahagia bagi mereka yang percaya sekalipun tidak melihat. Melalui kisah ini, Yesus mengecam ketidakpercayaan murid-murid-Nya. Demikian pula dengan kita yang mengaku sebagai orang percaya, kita dituntut untuk PERCAYA kepada setiap Firman Tuhan sebab Tuhan tidak suka dengan rasa tidak percaya.
Yeremia 17:5.”Beginilah Firman TUHAN: “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN !”.
Siapa yang dikutuk Tuhan?
1. Orang yang mengandalkan manusia.
Manusia (yaitu sesuatu yang bisa dilihat dengan mata jasmani). Segala sesuatu yang ada di bumi ini adalah ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan, semua terbatas dan tidak memiliki kuasa atas keadaannya. Oleh sebab itu, Tuhan melarang kita percaya kepada sesuatu yang tidak kekal (terbatas) termasuk manusia. Manusia bukanlah sumber pertolongan, ia tidak bisa menolong dirinya sendiri, apalagi menolong orang lain. Oleh sebab itu jangan andalkan manusia, tapi andalkan Tuhan dalam hidup Anda.
2. Mengandalkan kekuatan sendiri.
Kita harus sadar bahwa sumber kehidupan dan pertolongan kita adalah Tuhan.Kita menjadi orang terkutuk jika kita mengandalkan kekuatan, kemampuan, dan kehebatan diri kita sendiri atau orang lain. Orang bisa menolong tapi sangat terbatas, dan seringkali mengecewakan tapi pertolongan dari Tuhan tak terbatas dan memberi sukacita serta damai sejahtera bagi kita.
Bagaimana keadaan orang yang dikutuk Tuhan?
Yeremia 17:6
Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di atas tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Seperti semak bulus: Semak adalah jenis tumbuhan liar yang tidak berguna, menjadi mudah terbakar dan menjadi musuh bagi para petani. Gambaran semak bulus adalah keadaan hidup yang kekurangan dan tidak mengalami keadaan baik/diberkati.
Tapi orang yang mengandalkan Tuhan, jauh dari kutukan dan hidupnya diberkati Tuhan (Yeremia 17:7). Setiap harapan yang kita taruh, tidak akan pernah mati, tapi dengan iman. Karena itu berbahagialah mereka yang percaya sekalipun tidak melihat!
Bagaimana keadaan orang yang mengandalkan Tuhan?
Yeremia 17:8
Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air ,yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun-tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Kapan saja kita butuh sesuatu, kita akan dapat supply dari Tuhan jika kita andalkan Tuhan. Dalam menghadapi masalah, Tuhan selalu beri jalan ke luar dan kemampuan untuk menyelesaikannya, tidak kuatir karena ia berharap kepada Tuhan serta tidak berhenti menghasilkan buah sehingga memberkati orang lain.
Sekalipun Tuhan tidak terlihat, tapi Ia setia menolong kita. Karena itu percaya, berharap dan andalkan Tuhan dalam hidup kita sehingga kita dipedulikanNya dan kita hidup adalam kebekatanNya yang melimpah.Amin
" Pencurahan Roh Kudus"
Pembicara: Pdt Johan Lumoindong
Tanggal 23 Mei 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 2:12-13
12.Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain “Apakah artinya semuanya itu?
13 Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
.
Seperti orang banyak menyaksikan para murid mengalami kepenuhan Roh Kudus sambil tercengang dan termangu, demikian hendaknya hidup kita membuat banyak orang yang belum percaya tercengang dan termangu-mangu. Itu berarti dalam hidup kita ada sesuatu yang menarik dan mempesona, itu disebabkan karena Roh-Nya yang hidup memenuhi hidup kita.
Mengalami kepenuhan Roh Kudus tidak harus membuat hidup kita tampil "aneh" dan membuat orang lain alergi dengan diri kita. Justru mengalami kepenuhan Roh Kudus bertujuan untuk mengkuatkan iman kita dan memberi keberanian bagi kita untuk menjadi saksi Kristus serta memperlengkapi kita dengan berbagai karunia Roh.
Karunia Roh Kudus adalah milik semua orang percaya. Tapi tujuan orang percaya bukan sekedar mengejar karunia Roh Kudus melalui kepenuhan Roh, lebih dari itu kita harus mengejar KARAKTER (KASIH).
>
Ada tanda-tanda yang dimiliki oleh orang yang dipenuhi Roh Kudus:
1. Orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang memiliki kesehatian dalam komunitas.
Kisah 1:14 Mereka semua bertekun dengan sehatidalam berdoa bersama-sama,…
Karakter orang percaya adalah memiliki kesehatian tujuan dan kehendak dalam komunitas yang dimulai dari keluarga inti, pelayanan di gereja, dalam lingkungan kerja, dll. Orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak mempertahankan kepentingan pribadi/egois tapi mengutamakan kepentingan bersama; dalam segala hal hidup kita selalu dipimpin Roh Kudus.
2. Melakukan perkara-perkara yang spektakuler!
Kisah 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk
Orang percaya harus memiliki pengalaman iman dengan Yesus Kristus dan terus berjalan dalam pimpinan Roh Kudus sehingga hidupnya menampakkan perkara-perkara spektakuler di hadapan banyak orang. Bukankah langkah hidup kita selalu disertai dengan tanda-tanda heran dan ajaib? Bukankah setiap hari kita mengalami penyertaan Tuhan? Penyertaan Tuhan ditandai dengan kuasa-Nya yang memampukan kita dapat merespon dengan benar setiap perkara yang kita hadapi.
3. Menjalani hidup dengan kesederhanaan.
Orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus menampakkan kehidupan sederhana dalam kesehariannya. Tidak bertindak aneh dan extrim dalam perilaku serta perkataan. Di balik kesederhanaan hidup orang percaya tersembunyi kekuatan dan kuasa yang dahsyat yang memampukannya melakukan perkara-perkara yang dipandang mustahil oleh manusia. Jadilah pribadi yang sederhana, bersahaja dan rendah hati, maka Roh Kudus akan menuntun kita setiap waktu dan memberi kita kuasa untuk menjadi berkat! Amin!
 
"Menanti dan mengalami Pencurahan Roh Kudus"
Pembicara: Pdt Kristina Faraknimella
Tanggal 16 Mei 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 1:12-14
Kisah 1:12 dan 14
(12)Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut bukit Zaitun
Sebelum Yesus naik ke Surga, Ia berpesan kepada para Murid untuk bertekun dalam doa di Yerusalem untuk menanti dicurahkannya Roh Kudus, Roh Penolong yang memberi mereka kuasa untuk melayani sebagai saksi.
Yang harus kitas lakukan dalam menanti dan mengalami kepenuhan Roh Kudus.
1. Bertekun dengan sehati dalam DOA bersama-sama (ayat 14)
Bertekun dalam doa artinya berdoa dengan tidak putus asa, tidak tawar hati, tidak lelah dan tidak berhenti. Doa adalah nafas hidup orang percaya dan salah satu dari senjata peperangan rohani. Berdoa tidak hanya sebentar saja, tapi dalam waktu yang tidak terbatas apalagi untuk menggumuli sesuatu yang penting sampai hal itu terjadi/dikabulkan dan itu dapat terjadi jika kita telah mengalami kepenuhan Roh Kudus (yang ditandai dengan “berbahasa Roh” – berdoa dengan berbahasa roh ). Murid-murid diperintahkan untuk menunggu pencurahan Roh Kudus dengan cara bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama sampai Roh Kudus dicurahkan kepada mereka pada hari Pentakosta. Oleh sebab itu, untuk mengalami pencurahan Roh Kudus kita harus meminta kepada Bapa dalam nama Yesus dan bertekun dalam doa.
Bertekun dengan Sehati : Setiap kali kita menghampiri Tuhan, kita harus membereskan hati kita terlebih dahulu. Jika ada ganjalan yang menyangkut hubungan diri kita dengan sesama dan dengan Tuhan kita harus bereskan segera, sehingga kita berkenan dan doa kita penuh kuasa. Demikian dalam persekutuan umat percaya, kesehatian adalah kunci supaya Roh Kudus dicurahkan dan memenuhi hidup kita; doa kita tidak akan sia-sia namun akan berdampak dan penuh kuasa Tuhan. Dalam kesehatian ada pengampunan ; yang menyalurkan kuasa pemulihan, kesembuhan bahkan mujizat.
2. Bereskan keuangan Anda (Kisah 1: 15-18, Matias dipilih menggantikan Yudas)
Apa peran Yudas dalam kelompok murid Yesus? Ia adalah seorang bendahara. Namun Yudas adalah bendahara yang tidak jujur dan tidak setia sehingga dirinya dikuasai ketamakan dan diperbudak oleh uang. (Kisah Rasul 1:18 – Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tumpah ke luar). Orang yang tidak jujur dengan keuangan dan memberhalakan mamon, akan kompromi dengan segala kejahatan dan dijerat oleh segala keinginannya lalu pada akhirnya membawa dirinya sendiri pada kebinasaan. Karena itu, hendaklah dalam persekutuan dengan Tuhan kehidupan kita harus terbuka dan jujur, termasuk dalam pengelolaan keuangan kita. Tuhan menjanjikan pemulihan dalam keuangan, ekonomi rumah tangga, usaha kita jika kita mau mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan (persepuluhan).Kita harus dapat mengatur dan menguasai uang dengan benar dan tidak membiarkan uang menguasai diri kita.
Jika kita dapat menguasai keuangan kita untuk perkara yang berkenan, maka Allah akan memberkati kita dengan limpahnya. Kembalikan apa yang menjadi milik Allah (persepuluhan), setiap janji nazar, persembahan sulung ataupun taburan lainnya sebagai benih maka Ia akan menumbuhkan dan memberkati lumbung-lumbungmu.
"Kesetiaan Yang Sejati"
Pembicara: Ev.Harun Yusuf
Tanggal 09 Mei 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: 2 Timotius 2:11-13
Setia adalah sifat menunjukkan komitmen, pengabdian, ketabahan dan pengorbanan sampai batas akhir. Di masa akhir-akhir ini, sifat kesetiaan menjadi sangat langka; tingginya angka perceraian, perpecahan gereja, penyangkalan iman adalah bukti dari lunturnya kesetiaan dan degradasi moralitas. Orang percaya harus punya sifat kesetiaan karena hanya orang-orang yang setia yang mendapatkan mahkota kehidupan bersama Kristus.
Beberapa hal yang terdapat dalam Kesetiaan Yang Sejati :
1. Komitmen (2 Timotius 2:11-13)
"Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan memerintah dengan Dia...
Apapun yang terjadi, kita harus setia sampai akhir. Dalam berjemaat kita harus memiliki komitmen untuk tetap berjemaat dan tidak menjadi jemaat keliling-keliling. Demikian juga dalam kehidupan rumah tangga.
2.Pengabdian (Matius 6:24)
"Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan ..."
Pengabdian yang benar adalah mengetahui apa yang harus dilakukan dan bertanggungjawab atas apa yang dilakukan (tahu posisi dan tanggungjawab).
Dalam kehidupan iman, kita harus mengikuti cara Tuhan Yesus yang telah mengabdi kepada Bapa sampai mati di kayu salib (Filipi 2:5-7). Pengabdian berbicara tentang pengorbanan atau memberi dan bukan menuntut, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Oleh sebab itu tanggalkanlah kesombongan dan keakuan kita supaya kita dapat mengabdi kepada Allah dan sesama.
3.Perjuangan (Misi dan Visi) Efesus 6:11-13
Kesetiaan membutuhkan perjuangan yang tiada henti sampai akhir garis kehidupan kita. Umat Tuhan harus memiliki daya juang untuk menyukakan Tuhan, keluarga dan sesama. Dalam perjuangan iman, tantangan kita adalah diri kita sendiri dan segala tipu muslihat iblis (musuh kita) oleh sebab itu untuk memenangkan perjuangan iman kita harus menggunakan segenap perlengkapan senjata Allah dan tetap berdiri teguh pada dasar Firman Allah, memelihara persatuan dan kesehatian serta menjauhkan perpecahan (1 Korintus 1:10).
4.Pengorbanan (Yehezkiel 34:16) Menjangkau Jiwa berapa pun harganya
Kesetiaan membutuhkan pengorbanan. Tidak ada hasil maksimal tanpa pengorbanan, baik waktu, dana, perasaan dan sebagainya.
Yehezkiel 34:16
Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
5.Sampai Garis Akhir (Kemenangan dan upah)
I Timotius 4:7-8
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah...
Orang yang disebut setiawan adalah orang yang memelihara kesetiaan itu sampai garis akhir hidupnya dan dalam pernikahan ia tetap setia kepada pasangannya sampai maut memisahkan mereka.Jadilah setia karena Tuhan Yesus setia.
"Mengatasi Kekuatiran"
Pembicara: Pdt.Anthony Chang
Tanggal 02 Mei 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: 1 Timotius 4:18-26
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Halaman sebelumnya Atas Halaman berikutnya
Hari-hari yang kita lalui saat ini tidak akan pernah lepas dari apa yang disebut dengan 'uang'. Sebagai anak Tuhan kita perlu memiliki sikap yang benar agar kita tidak gagal dalam mengelola uang tersebut.
Dunia tempat kita hidup sekarang adalah dunia yang penuh kompetisi dan makin menuju pada kehancuran (tidak makin baik) dan Yesus menempatkan umat-Nya di tengah dunia yang gelap ini supaya menjadi terang dan garam dunia. Setiap manusia pasti mengalami kekuatiran dalam hidupnya karena dosa telah menguasai dunia ini.
Kebenaran Firman Tuhan dalam Matius 6:25-34 bukanlah mengajar kita untuk tidak kuatir sama sekali dalamhidup kita, tapi bagaimana kita belajar untuk menghadapi kekuatiran dan mengetahui apa rencana Tuhan di balik pergumulan yang sedang kita hadapi. Ketidakmampuan kita menghadapi kenyataan hidup yang kita jalani seringkali membuat kita sebagai orang percaya menjadi kecewa, susah hati dan kompain kepada Tuhan.
Ada 3 katagori kekuatiran dalam hidup yaitu yang k”kamu makan-minum-pakai” yaitu yang meliputi seluruh keberadaan hidup kita. Tidak ada satu bagian pun dalam hidup kita yang lepas dari kekuatiran:
1.Kuatir terhadap anak. apakah anak di dalam rahim ibunya sehat-sehat saja? Apakah anak kita lahir dengan sempurna? Bagaimana dengan sekolah dan pendidikannya? Apakah cukup uang untuk pendidikannya?
2. Kuatir terhadap pasangan hidup: usia sudah cukup dewasa tetapi belum juga diberi jodoh, punya pasangan yang terlalu ganteng atau cantik kita jadi kuatir dan takut kecantol pada orang lain.
3. Kuatir terhadap kesehatan : pada usia tertentu atau menjelang usia senja seringkali banyak penyakit yang muncul dalam tubuh kita dan itu menyebabkan kita kuatir. Kita harus sadar bahwa keadaan penuaan adalah hal alami dari tubuh kita dan kita harus menerima dengan bersyukur.
Ada beberapa penyebab kekuatiran.
1. Cara kita berdoa yang salah.
Bukan melarang supaya kita jangan meminta pada Tuhan, tapi bagaimana permintaan itu tidak untuk memuaskan kepentingan diri sendiri dan seturut kehendak Tuhan. Tuhan mengajarkan kita supaya hidup secukupnya dan berdoalah untuk kebutuhan kita (bukan keinginan kita) yang nyata.
2. Mencari tahu hari esok
Tuhan mengajarkan kita bahwa hari esok memiliki kesusahannya sendiri. Kita jangan kuatirkan hari esok, sebab hari esok di luar jangkauan kita, oleh sebab itu hiduplah untuk hari ini dan kuasailah hari ini. Bagaimana kita memikirkan hari esok, sedangkan hari ini saja kita tidak sanggup menjalaninya? Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, jangan ditambahkan dengan kesusahan esok hari. Hadapilah hari ini dan kita pasti sanggup menghadapi hari esok.
3. Ketidak bergantungan kepada Tuhan.
Kita menjalani hidup dengan kekuatan kita dan mencoba mengatasi persoalan hidup dengan apa yang kita miliki dan akhirnya kita kuatir, kecewa ,stress dan depresi, putus asa sebab ternyata kita manusia terbatas.. Oleh sebab itu, belajarlah untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan, sebab hanya Tuhan yang sanggup menolong hidup kita dan bekerja melebihi kekuatan kita. Ketergantungan pada Tuhan berarti mengandalkan Dia dalam segala hal.
Apa yang Anda kuatirkan saat ini? Apakah Anda takut menjalani hari-hari hidupmu? Percayalah kepada Tuhan dan belajarlah kebenaran Firman-Nya, turuti kehendak-Nya dan serahkan hari esok kepada Tuhan sebab hari esok ada dalam rencana-Nya serta bergantunglah sepenuhnya pada Tuhan, andalkan Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan dan menuntun jalan hidupmu!
Ringkasan Khotbah January-April 2010
Back
to home
|
|
|
|
COPYRIGHT 2005 - 2010 LIVINGBLESSING |
|
|
|
Hidup
yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama.
 
|