|


|
|
|
|
KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH 2010
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)
"Sikap Orang Percaya Dalam Mengelola Uang"
Pembicara: Pdp.Roy R Tanudjaja,M.Sc
Tanggal 18 April 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: 1 Timotius 4:18-26
"karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab..." (1 Timotius 6:10.
Hari-hari yang kita lalui saat ini tidak akan pernah lepas dari apa yang disebut dengan 'uang'. Sebagai anak Tuhan kita perlu memiliki sikap yang benar agar kita tidak gagal dalam mengelola uang tersebut.
Sikap orang percaya dalam mengelola uang.
1. Mengabdi kepada Tuhan bukan kepada Mamon.
Lukas 16:13 "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan..." Mamon adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan biasanya dihubungkan dengan uang. Sikap kita yang salah terhadap kekayaan akan membuat kita tidak dapat menikmati kelimpahan yang Tuhan janjikan. Bagi Tuhan, Mamon adalah perkara kecil.
2.Harus setia dan jujur dalam mengelola keuangan.
Lukas 16:10 kita harus bisa menggunakan harta yang kita miliki untuk hal-hal yang bersifat rohani. Uang akan menjadi hamba yang baik tetapi menjadi tuan yang jahat dalam hidup kita. Benar kalau kita punya banyak uang/harta kita akan memiliki banyak teman, namun uang bukan segala-galanya. Mari kita belajar menggunakan uang dan harta kita untuk kemuliaan Tuhan, maka Ia akan melipatgandakan segala yang kita miliki.
Dalam kenyataan hidup, "Keinginan" untuk menjadi kaya telah menjerumuskan banyak orang dalam kejahatan dan hidup dalam ketidak jujuran. Tuhan mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan mencukupkan diri kita dengan apa yang ada. Hal ini dapat terjadi dalam hidup kita jika kita belajar jujur dan setia dalam mengelola segala berkat Tuhan dan selalu mengucap syukur dalam segala keadaan. Apakah Anda sudah jujur dan setia dalam mengelola keuangan dan berkat dari Tuhan?
3. Suka menabur dan membagi (2 Korintus 9:6-8, 1 Timotius 6:18-19)
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.(2 Korintus 9:6)
Siapa yang menabur pasti akan menuai. Apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai.Ini prinsip Alkitabiah. Hanya dengan cara ini Tuhan dapat melipatgandakan apa yang kita miliki. Dalam hal memberi, semua harus didasarkan kepada Tuhan bukan dengan motivasi mengharapkan untuk dibalas oleh Tuhan dan diperhatikan/mendapat hormat dari sesama.
4. Jangan berhutang (Amsal 22:17, Roma 13:8, Mazmur 37:21)
Sekali lagi; cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu! Jangan menjalani hidup tidak sesuai dengan keadaan kita. Meminjam bukanlah gaya hidup orang percaya. Tuhan memanggil orang percaya untuk menjadi berkat bagi banyak orang melalui hidup kita. Ketika kita kaya dalam kebajikan, kaya dalam iman dan hidup dalam kebenaran Firman Tuhan, kita akan memberkati banyak orang dengan kasih Kristus.
"Rancangan Tuhan Bagi Orang Benar"
Pembicara: Ibu Diana Nasution
Tanggal 18 April 2010 Ibadah Raya II
Ayat Firman Tuhan: Yeremia 29:11-14a
Yeremia 29:11-14:"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu."
Tuhan tidak punya rancangan yang buruk terhadap umat-Nya, karena tidak ada yang buruk pada-Nya. Tuhan ingin agar supaya umat-Nya mengalami segala yang baik dan menerima semua janji-janji-Nya. Jika kita mengalami perkara buruk dalam perjalanan iman kita, itu adalah jalan yang telah ditetapkan Tuhan supaya kita mengalami mujizat dan perjumpaan dengan Dia, supaya kita lebih mengenal Tuhan yang kita sembah dan mengalami loncatan iman sehingga kita muncul sebagai pemenang! Kemalangan orang benar itu banyak, tetapi Tuhan meluputkan mereka sehingga kita tertolong dan alami kemenangan (Mazmur 34:20-21).
Tuhan tahu betul siapa kita, dan tahu betul bagaimana memperlakukan, mendidik dan membentuk umat pilihan-Nya hingga mencapai tujuan tertinggi dari panggilan kita. Tuhan itu baik dalam rancangan-Nya, bahkan dalam keadaan buruk sekalipun Tuhan semakin nyata.
Bagaimana meraih rancangan Tuhan dalam hidup kita?
1. Libatkan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita.
Jangan membesarkan masalah yang sedang kita hadapi (penyakit, kecelakaan ,dll) tapi berserulah pada-Nya dan carilah Tuhan dengan segenap hati kita sehingga Ia memulihkan hidup kita. Kita harus bersandar dan berharap pada Tuhan karena kita sangat terbatas dan lemah, dan ketika kita berserah penuh pada Tuhan maka kuasa dan mujizat-Nya sempurna dalam hidup kita. Kegagalan orang Kristen dalam perjalanan imannya banyak disebabkan karena tidak melibatkan Tuhan
-->
"Kunci Hidup Dalam Pemulihan dan Kelimpahan"
Pembicara: Pdm.Aruna Wirjolukito.
Tanggal 11 April 2010 Ibadah Raya III
Ayat Firman Tuhan: Hakim-hakim 14-16
Setiap masa Tuhan buat kegerakan yang bertujuan untuk memulihkan umat-Nya, sampai terjadi gelombang kegerakan terbesar dan yang terkahir terjadi supaya terjadi penuaian jiwa-jiwa secara besar-besaran.
Simson adalah seorang hakim Israel yang berasal dari suku Dan, sebagai nazir Allah Simson menjadi hakim dengan ciri khas rambut yang tidak boleh dicukur sebagai perjanjian dengan Tuhan, sehingga penampilannya berbeda dengan kebanyakan orang pada masanya.
Hanya saja Simson memiliki moralitas yang jatuh, yaitu memilih perempuan kafir menjadi istrinya yang kemudian hari menghancurkan hidupnya. Hati-hatilah dengan Anda dalam memilih pasangan hidup! Hal itu sangat menentukan perjalanan hidup rohani Anda.
Ketika Simson memberi teka-teki “Dari yang makan keluar makanan, dari yang kuat keluar manisan” (ayat 14) sebenarnya Tuhan sedang berbicara kepada Simson bahwa kalau kekuatannya dipakai untuk kemuliaan Tuhan hidupnya akan menjadi manis. Setelah peristiwa itu Simson pergi ke Askelon dan membubuh 30 orang Filistin dan merampas pakaian kebesaran dan menyerahkannya kepada orang-orang yang menebak teka-tekinya lalu menyerahkan istrinya kepada bujangnya dan mulai hidup dengan pelacur.
Jika kita diberi fasilitas atau karunia oleh Tuhan hendaklah itu dipakai untuk kemuliaan Tuhan, jangan gunakan berkat yang Tuhan berikan kepada kita hanya untuk memuaskan kepentingan kita. Dalam pasal 16 hal tragis terjadi ketika Sismson ditangkap setelah rambutnya dipotong dan matanya dicungkil sesudah ditangkap. Demikian juga orang yang diberi talenta atau karunia jika tidak dipakai untuk kemuliaan Tuhan maka suatu hari Tuhan akan mengambil mata rohaninya sehingga tidak dapat melihat visi Tuhan lagi.
Simson dipenjara lalu dipekerjakan sebagai gigolo untuk memuaskan birahi para wanita Filistin dan melahirkan anak-anak atau keturunan raksasa (dengan perawakan tinggi dan besar seperti Goliat). Orang yang mendapat karunia dari Tuhan namun tidak hidup sesuai panggilan dan perjanjian tuhan, akan membangkitkan suatu generasi musuh yang besar di hadapan Tuhan.
Efesus 5:11. Sebagai orang pilihan, hiduplah dengan prinsip orang pilihan bukan prinsip orang fasik. Jangan mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan sekecil apapun itu. Dalam bahasa Ibrani kata ‘ular’ (Nachash / ) , dimulai huruf ‘Nun” atau ikan (Yunani=ichtius) yaitu lambang orang beriman. Huruf ‘chet’ artinya pagar/kusen dan atau ‘shin’ adalah shaddai (Tuhan). Jadi ular adalah pagar yang membatasi orang beriman dengan Tuhan, setiap perkara yang membatasi kita dengan Tuhan itu adalah ular dan ular identik dengan Iblis dan tipu muslihatnya.
Tuhan sanggup merubah hidup kita yang telah dipisahkan oleh ular dengan menjadikan salib (diwakili huruf’tat’ atau ‘T’ dalam bahasa Ibrani) sebagai pendamaian bagi kita sehingga kita beroleh kemenangan dan hubungan yang langsung dengan Bapa. Yesus yang disalib adalah penggenapan dari ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa di padang gurun (Yohanes 3:14) sehingga setiap orang yang memandang kepada ular tembaga yang ditinggikan itu, dia disembuhkan. Demikian pula jika kita memandang Yesus Kristus Tuhan kita, meninggikan Dia dan hidup dalam rencana dan perjanjian-Nya maka mujizat, pemulihan, kesembuhan dan berkat yang berkelimpahan akan menjadi milik kita. Hiduplah sesuai prinsip kerajaan darimana kita berasal sehingga kita dapat kembali ke kerajaan darimana kita datang (orang percaya adalah warga kerajaan Allah). Ingat , salib Yesus sanggup mengubah hidup kita, datang dan hiduplah sesuai dengan pangilanmu, dan hiduplah sesuai perjanjian Tuhan dan biarlah karunia yang diberikan bagi kita, dipakai untuk hormat dan kemuliaan Tuhan sehingga hidup kita berakhir dengan manis bersama Tuhan dan dalam penyertaan-Nya.
"Yesus Pengubah"
Pembicara: Pdm.Aruna Wirjolukito.
Tanggal 11 April 2010 Ibadah Raya II
Ayat Firman Tuhan: Keluaran 4:18-26
Tuhan kita adalah Tuhan yang mencurahkan anugerah-Nya kepada semua orang, tapi Ia adalah Tuhan yang juga “Memilih” orang tertentu untuk mencapai tujuan dan rencana-Nya. Mengapa Tuhan memilih Abraham, Ishak, Yakub ,Nuh, Daud, Musa dll bukankah mereka semua adalah orang-orang yang telah dipilih Allah untuk melaksanakan maksud dan rencana-Nya?
Musa mengalami pengalaman yang luar biasa sejak berjumpa dengan Tuhan di gunung Horeb, dan sejak saat itu mujizat diserahkan ke dalam tangan Musa melalui tongkat Allah.
Tapi dalam perjalanan menuju Mesir, Tuhan mau membunuh Musa dan Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya. Dalam hal ini Tuhan mengingatkan Musa bahwa setiap orang pilihan harus mengikuti atau masuk dalam perjanjian Tuhan yaitu harus bersunat. Setiap anak yang lahir bagi orang Israel yang berusia 8 hari harus disunat. Dan ternyata anak kedua dari Musa yaitu Eliezer belum disunat. Karena itulah setiap orang pilihan harus hidup dalam perjanjian TUHAN yang telah ditetapkan-Nya kepada Abraham (Kejadian 17:5).
Efesus 5:11. “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.”
Sebagai orang pilihan, hiduplah dengan prinsip orang pilihan bukan prinsip orang fasik. Jangan mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan sekecil apapun itu. Dalam bahasa Ibrani kata ‘ular’ (Nachash / ) , dimulai huruf ‘Nun” atau ikan (Yunani=ichtius) yaitu lambang orang beriman. Huruf ‘chet’ artinya pagar/kusen dan atau ‘shin’ adalah shaddai (Tuhan). Jadi ular adalah pagar yang membatasi orang beriman dengan Tuhan, setiap perkara yang membatasi kita dengan Tuhan itu adalah ular dan ular identik dengan Iblis dan tipu muslihatnya.
Tuhan sanggup merubah hidup kita yang telah dipisahkan oleh ular dengan menjadikan salib (diwakili huruf’tat’ atau ‘T’ dalam bahasa Ibrani) sebagai pendamaian bagi kita sehingga kita beroleh kemenangan dan hubungan yang langsung dengan Bapa. Yesus yang disalib adalah penggenapan dari ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa di padang gurun (Yohanes 3:14) sehingga setiap orang yang memandang kepada ular tembaga yang ditinggikan itu, dia disembuhkan. Demikian pula jika kita memandang Yesus Kristus Tuhan kita, meninggikan Dia dan hidup dalam rencana dan perjanjian-Nya maka mujizat, pemulihan, kesembuhan dan berkat yang berkelimpahan akan menjadi milik kita.
-->
“Makna Kebangkitan Kristus”
Pembicara: Pdt.Josia Abdisaputra.
Tanggal 4 April 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat Emas:
1 Korintus 15:14
"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."
Ayat di atas menegaskan bahwa inti keKristenan adalah pada kebangkitan Kristus Yesus. Berita Injil dimulai dari peristiwa kebangkitan Yesus Kristus. Yesus bangkit dan hidup selamanya.
Ada 3 makna kebangkitan Yesus
1. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat yang benar.
Mengapa demikian? Karena banyak tokoh yang mengaku sebagai tuhan ataupun utusan tuhan, tapi hanya satu yang bangkit dan hidup selamanya, yaitu Yesus Kristus. Ini membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 1:4). Sekalipun ada upaya untuk memanipulasi dan merubah sejarah tentang kebangkitan Kristus, ini adalah upaya Iblis untuk menghancurkan iman Kristen karena kebangkitan Kristus adalah inti dari iman Kristen. Bukti yang paling otentik adalah kehidupan para murid Yesus yang diubahkan dan untuk berita kebangkitan Yesus mereka rela mati kehilangan nyawa demi berita tersebut.
2. Menjadikan hidup kita penuh harapan.
Jika kita benar-benar yakin bahwav Yesus telah bangkit, maka hidup kita akan penuh sukacita. Sebaliknya jika kita hidup dalam ketakutan dan kekuatiran maka sesungguhnya kita tidak yakin bahwa Yesus sudah bangkit (Yohanes 20:19). Kehidupan para murid mengalami perubahan dan menatap hari depan dengan penuh iman dan harapan ketika mereka percaya bahwa Yesus hidup dan bangkit bahkan setelah mereka dipenuhi Roh Kudus. Dalam Kisah 2:41 Petrus berkhotbah dengan luarbiasa karena Iman pada kebangkitan dan dipenuhi Roh Kudus sehingga 3000 orang bertobat dan dibaptis. Petrus mengalami perubahan dari seorang penakut menjadi pemberani dan melihat mujizat setiap hari menyertai pelayanannya (Kisah 3:6). Ingat, hidup kita penuh harapan karena Yesus sudah bangkit.
3. Sebagaimana Yesus bangkit, maka kita juga akan dibangkitkan.
1 Korintus 15:16," Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan." dengan kata lain
,"sebab Yesus bangkit, maka kita juga dibangkitkan.". Apa yang Anda takutkan? Bukankah dalam seluruh perjalanan kehidupan kita, penyertaan Tuhan selalu sempurna? Apa pun yang terjadi, kita akan tersenyum melihat kematian di depan kita karena kita tahu Yesus yang pegang hari esok, sehingga kita yakin bahwa kita akan dibangkitkan bersama dengan Yesus Kristus tinggal bersama-Nya untuk selamanya sebab Ia telah bangkit.

“RAHASIA HIDUP DALAM SUKACITA”
Pembicara: Pdt.Agus Lutan.
Tanggal 28 Maret 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat Emas:
Filipi 1:12-20
Kita berada di penghujung akhir zaman. Dengan segala gejala-gejala yang semakin rumit dan situasi yang terus menekan. Sebab itu banyak orang mengalami stres dan depresi dan mengakhiri hidup dengan cara tragis.
Ada beberapa penyebab stress:
1.Mengalami pergumulan yang berat.
Pergumulan yang datang silih berganti bahkan tiada hentinya, akan menyebabkan orang berada pada keadaan stres bahkan depresi. Bahkan tidak sedikit orang percaya bisa meninggalkan imannya kepada Yesus Kristus karena pergumulan yang tiada hentinya. Dimulai dari pesimistis menilai hidup, apatis terhadap segala sesuatu sehingga tidak ada iman lagi yang menjadi dasar dari pengharapan kepada Kristus.
2.Mengalami kehilangan/kerugian/ kekalahan
Tidak ada orang yang senang dengan kerugian atau kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Oleh sebab itu ketika seseorang kehilangan sesuatu yang paling penting dalam hidupnya ia mengalami stres dan depresi yang berat. Tapi jika kita meletakkan Yesus sebagai harta terpenting dalam hidup kita maka kita tidak akan mengalami kehilangan sebab Ia tetap menjadi miliki kita dan memiliki kita. PenyertaanNya memungkinkan kita aman dan hidup dalam pemeliharaan-Nya.
Kunci Bebas dari stres
1. Bersukacita (ayat 18b) “Tentang hal itu aku bersukacita .Dan aku akan tetap bersukacita,” dinilai dengan bobot masalah, Paulus pantas untuk stres. Menyerahkan hidup untuk melayani Tuhan, dianiaya, dipenjara, kelaparan dan terancam bahaya maut dan beberapa kali hampir tenggelam dan mengalami karam kapal, namun dari semua pengalaman itu Rasul Paulus tidak menjadikannya sebagai alasan untuk marah, stres bahkan depresi. Ia berkata,”Aku bersukacita dan tetap bersukacita.”
2.Perspektif yang benar terhadap masalah hidup (Cara pandang kita terhadap masalah). Cara pandang kita terhadap masalah akanmenentukan respon kita terhadap masalah tersebut. Oleh sebab itu, kehidupan Kristen harus dilandaskan pada Firman Tuhan. Sebab jika tidak, maka kita akan memiliki perspektif yang keliru terhadap masalah hidup. Cara kita melihat, menentukan hasil yang benar. Dan pandangan yang benar akan menentukan respon yang positif. Kalau kita punya perspektif yang benar, maka kita akan diberkati dengan limpah dan sukacita Allah akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus Tuhan. Mari lalui hari kita, bahkan jika kita mengalami masalah sekalipun, hadapi semua dengan ucapan syukur dan tetaplah bersukacita.
3.Fokus pada hal-hal yang benar (ayat 18a.) Paulus tidak memfokuskan hidup pada masalah yang ditimbulkan oleh orang lain, ia lebih fokus pada hal yang penting, yaitu supaya Injil Kerajaan Allah dapat diberitakan entah dengan maksud palsu ataupun jujur, ia tetap bersukacita. Belajarlah untuk tidak fokus pada hal yang tidak bisa kita ubah tapi pada apa yang bisa kita ubah dan kerjakan. Arahkan fokus kita pada Tuhan maka di tengah masalah sekalipun kita bisa bersukacita.
4.Percaya bahwa akhir masalah adalah kebahagiaan (ayat 19). Kita harus percaya bahwa dalam setiap masalah yang kita hadapi di sana juga Tuhan hadir untuk menopang dan memberi pertolongan.Roh-Nya selalu siap memberi kita kekuatan baru untuk menang atas masalah. Pertolongan kita juga ada jika kita memiliki harapan. Pengharapan adalah sauh yang kuat bagi hidup kita sehingga dalam masalah yang berat sekalipun kita tetap percaya pada Yesus sumber pengharapan kita.
"Tiga Macam Badai"
Pembicara: Pdt.Nathanael Makaruwung.
Tanggal 21 Maret 2010 Ibadah Raya II
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat Emas:
Kisah Para Rasul 27:14-15
Dalam kehidupan manusia, badai hidup pasti datang. Tidak memandang siapapun orangnya hidupnya pasti pernah dilanda badai kehidupan. Dalam teks di atas, siapa yang tidak kenal dengan rasul Paulus? Namun demikian ia pun mengalami badai dalam perjalanan hidupnya. Sesuai Kisah Rasul 27:14-15, badai adalah: suatu keadaan yang datang menimpa kapal sehingga sulit atau tidak mampu mengendalikan arah kemudinya. Dengan kata lain badai kehidupan adalah: suatu keadaan yang datang menimpa kita sampai-sampai kita tidak mampu mengendalikannya”. Entah itu badai keuangan (ekonomi rumah tangga), badai kesehatan (sekalipun sudah menjaganya sedemikian rupa),dll.
Ciri-ciri orang yang mengalami badai adalah selalu “ingin menyerah saja” (ayat 15b) dan “putus harapan” (ayat 20b). Karena tidak mampu mengendalikan badai yang datang, akhirnya menyerah dan mengakhiri kehidupan karena putus harapan. Badai tidak memandang usia seseorang, baik anak, pemuda-remaja, orang dewasa dan keluarga (akhir-akhir ini banyak keluarga yang diserang badai kehidupan yang menjadikan kehancuran/perceraian). Tidak ada yang kebal dengan badai pencobaan termasuk hamba-hamba Tuhan (seperti Simson yang penuh dengan urapan Tuhan tapi juga hancur karena seorang wanita yaitu Delillah). Hal sekecil apapun dapat menyebabkan badai kehidupan jika kita tidak cakap dalam menanganinya. Oleh sebab itu, ketika badai jangan mudah menyerah dan putus harapan sehingga kita bisa keluar sebagai pemenang.
Kenapa badai itu bisa datang ?
Badai datang karena kebodohan (ayat 21)-> “Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar …” . Dalam konsep Alkitab, pengertian kata ‘bodoh’ adalah tindakan sengaja melanggar norma-norma umum dalam masyarakat atau melanggar hukum-hukum Tuhan yang berlaku bagi umat-Nya. Persoalan kekristenan terletak pada sikap kebodohan kita yang merasa lebih tahu dari Firman Tuhan. Banyak kali kita sudah mendapat nasihat atau teguran Firman Tuhan, namun kita tidak percaya, tidak meyakininya, mengabaikannya bahkan cenderung merasa lebih tahu (ayat 9-10). . Bukankah Tuhan selalu mengingatkan kita melalui Firman Tuhan, hati nrani maupun dari pengalaman hidup? Tapi kita selalu mengabaikannya dan akhirnya sebagai konsekwensinya, kita diseret masuk ke dalam badai kehidupan.
Jadilah orang Kristen yang mau dinasehati, taat, rendah hati dan hidp dalam batas-batas yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita, sehingga kita tidak mengalami kehacuran (Amsal 22:28).
Ada batas-batas yang telah Tuhan tetapkan dalam dalam hidup berumah tangga istri tidak boleh melewati batas fungsi sebagai isteri, suami harus hidup dalam batas-batas fungsi sebagai suami dan tanggungjawabnya.
Dalam banyak perkara hidup kita sering melakukan kebodohan baik dalam memilih teman hidup maupun dalam memutuskan hal-hal penting lainnya. Dalam Kisar Rasul 27:22 kita diajar untuk terus percaya bahwa dalam keadaan yang sulit sekalipun Tuhan tetap menyertai dan melindungi kita jika kita tabah hati sehingga kita tidak melakukan kebodohan yang baru yang membawa kepada kebinasaan. Jika kita telah melakukan kebodohan demi kebodohan dalam hidup dan badai itu menimpa kita dengan dahsyatnya, belajarlah tabah, bertahan dalam ketaatan sampai Tuhan memunculkan fajar terang-Nya bagi kita..
"Kuasa Perubahan Hidup"
Pembicara: Pdm.Gorring Abast.
Tanggal 07 Maret 2010 Ibadah Raya II
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat Emas:
Roma 12:1-2, 11:36
Bicara tentang perubahan; perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan! Artinya; perubahan adalah suatu yang nyata yang dikerjakan dan dimulai dari diri sendiri. Orang yang menuntut orang lain berubah lebih dulu adalah orang yang egois.
Dalam nas di atas, perubahan yang terjadi dimulai dari perubahan pikiran (akal budi kita) yaitu cara pandang kita terhadap Kristus, siapa itu Yesus Tuhan, bagaimana kehidupan sebagai murid Kristus, dan paradigma kita terhadap orang lain.
Ketika kita berubaha, maka perubahan Anda akan membawa dampak buat orang lain.
Kunci Perubahan Hidup:
1. Roma 11:36; Sebab segala sesuatu adalah dari Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan.
Kita harus menjadi orang yang tahu diri dalam menjalani kehidupan kita setiap hari. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan adalah sumber segalanya dan kita adalah hamba yang dipercayakan untuk mengelola milik Allah, maka kita ada pada posisi mempermuliakan Allah. Ingat, kita bukan siapa-siapa dan oleh sebab itu berubahlah mulai sekarang! Jangan sombong, siapapun kita, sadari bahwa semua yang kita miliki adalah datangnya dari Tuhan, bagi Dia dan hanya untuk kemuliaan-Nya.Untuk dapat mengakui kedaulatan Tuhan atas hidup kita, marilah kita hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal rohani yang dari Allah dan tidak hidup dalam daging. Pilihlah untuk merubah mulai saat ini.
2.Roma 12:1; Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudud dan yang berkenan pada Allah.
Untuk mengalami perubahan dalam hidup kita, kita harus menyadari bahwa hidup kita telah dibeli dengan harga yang lunas dibayar oleh kurban Yesus Kristus di kayu salib, oleh sebab itu tubuh kita bukan milik kita lagi tapi milik Kristus Yesus dan kita harus hidup seperti yang Yesus kehendaki; yaitu mempersembahkan hidup kita untuk kemuliaan Tuhan, hidup dalam kekudusan dan bukan dalam kecemaran dan memelihara seluruh kehidupan kita tetap berkenan pada Tuhan. Mari persembahakan hidup kita sebagai kurban yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah, yang dimulai dari perubahan pikiran kita dan cara hidup yang benar dan berkenan pada Allah.
-->
"Dipanggil Untuk Dipromosikan Tuhan"
Pembicara: Pdt.Johan Lumoindong.
Tanggal 14 Maret 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat Emas:
Lukas 5:10
Kata Yesus kepada Simon: "jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjadi penjala manusia.". Pernyataan Yesus itu, juga berlaku bagi kita sekarang ini. Sejak kita membaca ayat ini, saat itu pula panggilan untuk Simon juga menjadi panggilan yang berlaku bagi kita, bahwa “mulai sekarang engkau dan saya akan menjala manusia’ karena ayat ini merupakan bentuk pernyataan tentang apa yang akan dikerjakan oleh semua murid Yesus. Kita punya panggilan dari Tuhan Yesus yaitu membawa jiwa-jiwa untuk diselamatkan baik melalui pemberitaan Firman terlebih dari perilaku hidup kita yang telah dibaharui.
Kenapa Yesus memilih Simon? Karena Simon punya kelebihan. Ketika Tuhan memilih kita, berarti ada sesuatu dalam diri kita yang dapat dipromosikan oleh Tuhan. Benar, jika kita dipilih oleh Tuhan adalah hak prerogatif (hak bebas Tuhan) dan itu adalah kasih karunia. Tapi jelas jika kita dipromosikan oleh Tuhan, itu pasti ada sesuatu yang menarik perhatian Tuhan sehingga Dia menilai kita layak dan baik untuk dipakai-Nya. Namun perlu diingat; sesungguhnya ketika seseorang dipilih Tuhan, pilihan itu selalu berangkat dari kegagalan hidup. Murid-murid serta Simon adalah orang-orang yang ahli dalam bidangnya sebagai nelayan, namun mengalami kegagalan. Dalam Lukas 5:1, Yesus menemui Petrus dan meminta ia menolakkan perahunya sedikit menjauh dari tepi pantai dan meminjam perahunya untuk diapkai sebagai mimbar khotbah.
Seringkali dalam kegagalan kita, Tuhan masih meminta lagi kepada kita untuk berkorban dan berbuat sesuatu untuk Tuhan. Kita hanya belajar untuk taat dan percaya sepenuhnya pada rencana-Nya. Tuhan tidak mau menilai apakah kita layak untuk dapat dipakai-Nya. Seperti Simon, tidak berbantah dengan Tuhan tapi dengan taat melakukan apa yang diminta Yesus bahkan ditengah kepedihan hati akibat kegagalan.
Mengapa Simon dapat promosi dari Tuhan?
1.Karena Simon memiliki hati nurani yang baik. Jika kita memiliki hati nurani yang baik maka kita tidak merasa keberatan untuk melakukan pekerjaan. Yang Tuhan tugaskan kepada kita. Pelayanan bukanlah suatu beban tapi suatu kehormatan dari Tuhan karena Ia menganggap bahwa kita sanggup melakukannya dan dapat dipercaya.
Karena Simon memiliki tekad yang kuat. Setelah memiliki hati nurani yang baik, kita harus memiliki tekad yang kuat. Tekad yang kuat adalah usaha yang disertai ketekunan dan komitmen untuk terus melakukan sekalipun dalam tekanan. Dalam keletihan dan dibayangi oleh kegagalan, Simon menuruti Tuhan untuk kembali menebarkan jalanya dan dia menuai berkat Tuhan. Ketika kita memiliki tekad yang kuat, maka tidak ada kuasa yang sanggup menahan berkat Allah yang dicurahkan-Nya bagi kita.
"TEROBOSAN DI DALAM HIDUP"
Pembicara: Pdp.Lily Sulistyo.
Tanggal 14 Maret 2010 Ibadah Raya II
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Lukas 5:1-11, Pengkhotbah 2:18-19, Amsal 11:24-25
Untuk mendapatkan terobosan dalam hidup, kita harus punya pondasi yang kuat dan benar.
Untuk membangun pondasi yang kuat dan benar diperlukan:
1.Punya kerinduan dan kehausan akan Firman Tuhan (Lukas 5:1).
Amos 8:11 - “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, … kelaparan akan mendengarkan Firman Tuhan.”
Matius 5:6 "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan."
Kita harus punya kehausan dan rasa lapar yang dalam akan Firman Tuhan sehingga kita kuat dan mendapatkan banyak rahasia kebenaran Allah dan hidup dalam kemenangan kuasa Allah.
2.Sikap yang mau diajar dan bertumbuh (Lukas 5:2-3). Iblis paling senang kalau kita tidak melakukan Firman Tuhan, cepat puas dan merasa tahu semua isi Firman Tuhan. Kita dibuai oleh segala kesibukan sehingga tidak merasa perlu lagi diajar langsung oleh Firman Tuhan. Tuhan mau kita memberi diri untuk terus mau diajar (ada kerendahan hati) supaya kita mengerti dan kemudian mentaati Firman Tuhan. Ketika kitabertumbuh, maka kemungkinan besar kita akan dewasa dan kemudian berbuah bagi kerajaan Allah. Oleh sebab itu, untuk kita dapat bertumbuh kita harus memprioritaskan Tuhan di atas segala-galanya (Matius 6:33).
3.Kita harus melangkah dalam iman (Lukas 5:4-5). Dalam berkomunikasi, Tuhan selalu menyatakannya secara spesifik. Tuhan memerintahkan kepada Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya. Ii perintah yang sangat spesifik dan untuk melakukannya dibutuhkan iman. Tuhan mau kita bergerak, bangkit dan mentaati semua perintah dengan penuh iman sehingga kita mendapatkan hasil dari ketaatan tersebut.
Jangan diam di tempat kita dan tidak berbuat apa-apa, tetapi ambillah langkah iman dan lakukan sesuatu seperti yang Tuhan perintahkan. Dalam hal ini, jangan mengandalkan kemampuan dan kekuatan kita tapi benar-benar andalkan Tuhan, itulah iman.
Dalam ayat 6; karena ketaatan, Simon mendapatkan ikan yang banyak. Buah dari iman dan ketaatan mendatangkan berkat yang melimpah. Ini adalah prinsip yang kuat dalam Alkitab. Bahwa sesunguhnya jika kita taat pada perintah Tuhan maka berkat akan mengikuti bahkan mengejar kita dari belakang, dari tidak punya apa-apa sampai kita hidup dalam kelimpahan.
Apakah Anda sudah taat pada perkara kecil yang Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan? Jika ya, lihatlah apa yang akan Tuhan lakukan dalam hidup Anda! Sebab apa yang Anda tabur dalam ketaatan akan Anda tuai dalam pengharapan dan dalam kelimpahan.
"Kristen Minimal dan Kristen Maksimal"
Pembicara: Pdp.Dr.Janto Simkoputera.
Tanggal 7 Maret 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat emas:
Setelah 400 tahun Tuhan membisu (terhadap jeritan bangsa Israel), akhirnya Dia menemukan seorang yang mau mengenal dan mengejar kekudusan, yaitu Musa, yang kemudian berhasil membawa minimal 2,5 juta bangsa Israel keluar dari Mesir (sebagai budak belian).
Pada saat bertatap muka dengan Musa, yang ditanya bukanlah logistik untuk membawa bangsa Israel keluar, tetapi perintah tinggalkan cara hidup yang lama dan kejar kekudusan. Keluaran 3:5: “ Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat dimana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”. Sayangnya Musa tidak mencapai garis akhir, hanya sampai di Gunung Nebo (di puncak Pisga dapat melihhat tanah perjanjian, gunung Nebo ini dekat Libanon) dan meninggal di sana, tongkat kepemimpinan pindah ke Yoshua.
Yosua 1:1-4: di ayat 3 :”Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu kuberikan kepada kamu,seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. . Tuhan menjanjikan tanah (berkat) yang luas, tergantung seberapa banyak Yoshua mau injak (bayar harga). Demikian berkat Tuhan atas kita begitu besar tergantung seberapa kita taat membayar harga/melangkah dalam panggilan Tuhan atau merespon Firman dan janji Tuhan.
Akibatnya terdapat 2 type orang Kristen:
1. Kristen minimal : Kristen yang puas dengan apa yang ada, tidak lagi mau ngoyo.
2.Kristen Maksimal :senantiasa mau lebih lagi, keintiman dengan Tuhan,pelayanan dll.
Ada 4 tingkat kekristenan:
1. Kristen di pergelangan kaki: sebatas pertobatan dan mengenal Yesus.
Yehezkiel 47:1-3: “ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.”
2. Kristen di lutut : Kristen yang sudah bertobat dan banyak berdoa.
Yehezkiel 47:4a:”Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut;
3.Kristen di pinggang : Kristen yang berbuah (buah jiwa, pertobatan, pelayanan dan buah-buah Roh Kudus)
Yehezkiel 47:47b:”kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.”
4. Kristen di sungai : Kristen yang hanya bersandar pada Tuhan Yesus.
Yehezkiel 47:5: “seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, dimana aku tidak dapat berjalan lagi.”
Apa berkatnya Kristen yang maksimal ? BERKAT BERLIMPAH LIMPAH !!
Yehezkiel 47:9-12: kemana saja sungai itu mengalir, yang berkeriapan akan hidup, air laut menjadi tawar, ayat 12:”Daunnya tidak layu, buahnya tidak habis-habis, buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat,”
Ini berbicara mengenai hidup berkelimpahan/berkat tak terbatas! Itulah yang dijanjikan Tuhan buat orang Kristen yang mau maksimal. Pilihan di tangan Anda! Amin.
Ev Harun Yusuf 31 jan 10 keb III
“Selamatkan Jiwa Berapapun Harganya”
Yehezkiel 34:16
“Yang hilang akan Kucari
"Selamatkan Jiwa Berapapun Harganya"
Pembicara: Ev. Harun Yusuf
Tanggal 31 Januari 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat emas:
Yehezkiel 34:16
“Yang hilang akan Kucari
Tuhan kita punya misi besar yang digenapi dalam Kristus Yesus; yaitu menyelamatkan umat-Nya yang terhilang. Tuhan tidak mau seorang pun yang binasa tapi supaya semua dapat diselamatkan. Betapa pedulinya Tuhan terhadap kehidupan dan keselamatan manusia. Tuhan tahu bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, karena kecenderungan hati manusia sejak kecil adalah kejahatan di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu hanya karena belas kasihan Tuhan, atau anugerah-Nya kita diselamatkan. Dan di dalam Kristus, oleh iman kepada karya penebusan-Nya kita diselamatkan dan itu pun adalah kasih karunia-Nya semata.
Orang Kristen punya tanggugjawab dalam hidupnya ketika ia percaya dan diselamatkan; ya! Hutang jiwa. Kita berhutang jiwa pada Tuhan dan oleh sebab itu kita juga dipanggil untuk menjangkau, mencari saudara-saudara, sesama kita yang masih jauh dan terhilang (hidup dalam dosa). Untuk menjalankan misi Kristus yaitu menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang, kita harus memiliki hati yang penuh belas kasihan (Matius 9:36).Kita semua adalah “tangan Tuhan” yang dipakai untuk menjangkau jiwa-jiwa yang tersesat dan belum mendengar Injil keselamatan dan membawa mereka ke pada Tuhan.
5 Langkah menyelamatkan yang terhilang:
1. Melihat (memandang sekeliling kita). Pergunakan dan pertajam mata jasmani dan mata rohani kita untuk dapat melihat jiwa-jiwa yang begitu banyak sedang menuju kepada kebinasaan kekal. Mata yang penuh belas kasihan akan dengan mudah tergerak dan mau mengulurkan tangannya untuk menolong mereka.
2. Mendengar (dengan telinga). Amsalb 21:13: “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.”
Kita harus tetap membuka telinga kita untuk mendengar jeritan jiwa-jiwa yang memohon pertolongan Tuhan. Ketika kita membuka telinga kita dan mendengarkannya maka Tuhan akan membuat telinga kita peka dan menaruh hati yang berbelas kasihan dan kita diberi kemampuan dan keberanian untuk melakukan tugas Tuhan. Mari buka telinga kita dengarkan perintah dan panggilan Tuhan melalui teriakan jiwa-jiwa yang tersesat.
3. Melangkah (kaki). Kita harus melangkahkan kaki kita ke jalan yang benar. Tuhan mencari dan mau mengutus orang yang mau meringankan kakinya untuk berjalan dan mencari jiwa-jiwa yang terhilang (Yesaya 6:8). Tugas mencari dan memenangkan jiwa bukan hanya tugas dari kelompok rohaniwan saja, tapi tugas semua orang percaya.
4. Merangkul (tangan), 1 Korintus 9:22. Kegagalan orang percaya untuk menjangkau orang yang terhilang adalah “berat tangan” tidak mau mengulurkan tangan dan mudah sekali menghakimi mereka. Rasul Paulus selalu berada di pihak orang berdosa dan memberi diri sama seperti mereka, sehingga dengan mudah dia membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan. Seringkali kita merasa alergi dengan orang berdosa, menjauhi dan memusuhi mereka.Padahal kita sendiri dulunya juga adalah orang berdosa, sama seperti mereka.
5. Menghibur (lidah) Yesaya 50:4a,”Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.” Perkataan kita harus selalu penuh kasih; mempergunakan mulut kita dengan benar yaitu untuk membangun dan memberi semangat baru bagi mereka yang letih lesu. Jauhkan dari kita mulut serong yang membuat orang menjauh dari kita dan menolak Tuhan. Biarkan orang lain berbahagia dan menikmati apa yang keluar dari mulut kita, yaitu perkataan-perkataan Firman yang menguatkan dan membangun orang lain dan memuliakan Allah.
“Persembahan Yang Berkenan”
Pembicara: Pdp.Dr.Janto Simkoputera.
Tanggal 3 Januari 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat emas:
Kejadian 4:1-5
Pada permulaan penciptaan, semuanya baik dan “sangat baik” dikatakan Firman Tuhan saat Allah menciptakan manusia (Adam dan Hawa). Tetapi ketika manusia melanggar Firman Tuhan dengan ketidaktaatannya, yaitu memakan buah larangan yaitu pengetahuan yang baik dan jahat, maka manusia terusir dari taman Eden dan mengalami kematian, yaitu putusnya hubungan dengan Tuhan (sebelumnya, Adam dan Hawa dapat berdiallog langsung dengan Tuhan) sebelum diusir dari taman Eden.
Tuhan menyembelih seekor binatang untuk menutupi tubuh Adam dan Hawa menjadi pakaian mereka. Dalam hal ini Tuhan mengajarkan kepada Adam dan Hawa tentang bagaimana mereka harus mempersembahkan korban di hadapan Tuhan,
1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, istrinya, dan melahirkan kain; maka kaan dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, kain menjadi petani. (3) Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; (4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan
Mengapa persembahan Kain ditolak Tuhan? Karena Kain hanya mempersembahkan sebagian (tidak dengan segenap hati, tidak dengan kesungguhan hati/tanpa iman) sedangkan persembahan Habel diindahkan Tuhan, karena dia mempersembahkan anak sulung kambing domba, yakni lemak-lemaknya.
Dampak dari persembahan yang tidak berkenan kepada Tuhan:
Kain dan keturunannya:
- Terkutuk (ayat 11),
- Tidak ada berkat (ayat12),
- Poligami (ayat 19),
- Pembunuh (ayat 23b),
- Umur pendek.
Jadi jelas bahwa persembahan memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Diberkati atau tidaknya kita dan keturunan kita sangat ditentukan dai apa yang telah kita persembahkan kepada Tuhan.
Dampak dari persembahan yang BERKENAN kepada Tuhan. Dalam Kejadian 5 dikatakan Set (pengganti Habel) adalah orang benar, dia intim dengan Tuhan dan persembahannya berkenan, maka keturunannya:
- Umur panjang,
- Hidup yang berkenan (Henok, keturunan ke-7 adalah orang yang diangkat Tuhan),
- Lahir Abraham (Bapa segala bangsa).
Keturunan Set sampai Nuh, semuanya rata-rata berusia 900 tahun. Kita percaya bahwa umur panjang adalah berkat dari Tuhan, ketika kita menaruh hormat akan Tuhan. Dari set sampai Nuh Nuh, ada 10 keturunan, dan keturunan Nuh adalah : Sem (Timur Tengah), Ham (Kulit hitam) dan Yafet (Eropa dan Asia). Dari Merekalah segala bangsa berasal. Karena Nuh adalah orang yang hidup benar, tidak bercacat cela dan bergaul intim dengan Tuhan, maka ia dan keluarganya diselamatkan pada hari pembinasaan bumi waktu air bah.
Aplikasi:
Mari kita melakukan/memberi persembahan yang benar kepada Tuhan. Mulai dari hati, sikap hidup kita yang benar dan sungguh-sungguh sampai kepada benda/ barang yang kita persembahkan haruslah yang benar, utuh dan tidak bercacat celah di hadapan Tuhan. Maka Tuhan yang melihat tindakan iman dari persembahan kita akan memberkati kita dan kita menjadi orang-orang yang hidup berkenan di hadapan Tuhan.
Imamat 1:2-3; “…Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada Tuhan, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya Tuhan berkenan akan dia.”
Imamat 22:2,3 dan 20;” Supaya mereka berlaku hati-hati terhadap persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi-Ku, agar jangan mereka melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus; Akulah TUHAN. (3) Katakanlah kepada mereka: setiap orang di antara kamu turun temurun, yakni dari segala keturunanmu yang datang mendekat kepada persembahan-persembahan kudus yang dikuduskan orang Israel bagi Tuhan, sedang ia dalam keadaan najis, maka orang itu akan dilenyapkan dari hadapan-Ku; Akulah TUHAN. 20) Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.”
Kristus Tuhan kita telah menggenapi semua korban persembahan dalam Perjanjian Lama dengan menyerahkan diri-Nya sebagai korban yang kudus, berkenan dalam seluruh hidup-Nya kepada Allah dan tak bercacat cela. Oleh sebab itu penyaliban Yesus Kristus adalah seperti Domba Jantan yang disembelih. Dia adalah Anak Domba Allah yang menaggung dosa seisi dunia dan oleh karena iman kita kepada-Nya, kita telah diselamatkan. Mari kita mengikuti teladan Tuhan kita untuk dapat mempersembahkan yang benar, kudus -tak bercacat cela dan yang berkenan kepada Allah yaitu seluruh kehidupan kita dan buah yang memuliakan Tuhan.
Selamat memberi seluruh hidup kita sebagai persembahan yanghidup dan berkenan pada Allah!
Amin
“Pekerjaan Roh Kudus”
Pembicara: Pdt.Benny Gunawan.
Tanggal 14 Februari 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat emas:
Yohanes 16:8-13
Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Roh Kudus menjadi penolong bagi gereja-Nya (orang percaya) dan memberi kuasa untuk menjadi saksi bagi Kristus Yesus kepada segala bangsa. Petrus bersama para murid dapat dengan berani bersaksi karena mereka dipenuhi oleh Roh Kudus.
Demikian juga geeja Tuhan sekarang ini dapat dipakai dengan luar biasa asal dipenuhi dan berjalan bersama kuasa Roh Kudus.
Apa yang dilakukan oleh Roh Kudus jika Dia bekerja dalam hidup kita?
1. Roh Kudus akan menginsafkan kita akan dosa. Kita tidak banyak tahu tentang kebenaran dan dosa yang kita perbuat. Tapi ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, maka Ia akan menginsafkan dan member kita kemampuan untuk membedakan mana kebenaran Tuhan dan dosa. Setiap tindakan dan perbuatan kita akan dituntun Tuhan sehingga ita bisa peka dan menyadari apakah kita berbuat benar sesuai kehendak Tuhan atau kita berbuat dosa.
2.Roh Kudus akan memberikan kesaksian hidup dalam kebenaran. Jika Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, maka kita akan mudah mengampuni orang yang bersalah pada kita. Kita akan memiliki hati yang mudah dibentuk Tuhan dan dengan rendah hati mengkuti perintah Tuhan untuk belajar seperti Kristus yang telah mengampuni dosa kita.
3.Roh Kudus akan menyingkapkan kebenaran tentang Yesus Kristus dalam setiap hidup orang percaya (Yohanes 14:15-16).Tuhan akan menyertai kita jika kita melakukan perintah-perintah-Nya yaitu dengan membaca firman Tuhan setiap hari maka pengurapan Allah yang baru selalu turun dalam hidup kita.
4.Roh Kudus memberi kuasa untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan (Markus 16:17-18). Supaya kita mempunyai keberanian untuk memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat maka kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus setiap hari. Kita percaya bahwa akhir-akhir ini Roh Kudus dicurahkan secara besar-besaran olehkarena itu mari kita siapkan diri supaya terjadi lompatan iman dalam hidup yang dahsyat dan luar biasa.
Bagaimana pengurapan Roh Kudus itu bisa kita terima?
1. Hidup dalam pertobatan setiap hari.
2. Kita harus minta kehausan dan percaya pada Firman Tuhan.
3. Terima Roh Kudus dengan iman.
AMIN
“Melintasi Lembah Baka”
Pembicara: Pdp.Hendry Sutedja.
Tanggal 21 Februari 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Ayat emas:
Mazmur 84:6-8
“Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Meeka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.” Mazmur 84:6-8).
Apa tujuan Tuhan membawa kita melintasi lembah baka?
1. Untuk pendisiplinan roh, jiwa dan tubuh kita (Mazmur 23:4)
Tongkat gembala berbentuk melengkung yang bertujuan untuk mengangkat domba yang sedang jatuh dan terpuruk dengan cara mengaitkan lengkungan itu pada tubuhnya. Tuhan kita adalah gembala yang agung yang dengan tongkat-Nya yaitu kuasa-Nya membebaskan danmelepaskan kita yang sedang dalam kesulitan.
Sedangkan gada adalah alat pemukul untuk menghalau musuh dan binatang buas. Tapi bagian gagang/ bagian kecil suka dipakai untuk menghukum domba-domba dengan tujuan pendisiplinan. Demikian juga gereja Tuhan harus mengalami pendisiplinan dari Tuhan melalui gada-Nya, sehingga kita semakin dimurnikan. Oleh sebab itu dalam Mazmur, gada disebutkan lebih dahulu kemudian tongkat.
Artinya: disiplin dari Tuhan akan mengangkat gereja Tuhan masuk pada level yang lebih tinggi lagi melalui pertolongan kuasa Tuhan. Jika saat ini kita sedang berada pada masa yang sukar, itu berarti Tuhan sedang menambahkan kapasitas kita. Itulah makna disiplin rohani. Disiplin tubuh membawa dampak perubahan apalagi disiplin rohani (berdoa setiap pagi-pagi buta/ doa fajar, merenungkan Firman Tuhan, memberi waktu khusus untuk Tuhan).
Ketika kita berada di lembah baka (lembah bayang-bayang maut) saat itulah kita dapat mendisiplinkan roh, jiwa dan tubuh kita. Disiplin jiwa terkait dengan pikiran dan kehendak kita yang selalu diselaraskan dengan kehendak Than. Conto: Yusuf ,memberi nama anaknya “Manasye” (Kejadian 41:51, Ibrani Manasye=mengeluarkan sengatan dari masa lalu). Yusuf mengeluarkan setiap memori buruk yang pernah dia alami pada masa lalu dengan saudara-saudaranya. Yusuf tidak mau mengotori jiwanya dengan memendam kebencian kepada saudaranya tetapi ia mengeluarkannya supaya kapasitasnya semakin besar di hadapan Tuhan. Disiplin dari Tuhan mendahului kuasa yang ita dapatkan..
2. Untuk menambah kekuatan iman kita (Ibrani 11:11)
Iman adalah landasan yang kuat untuk kehidupan rohani kita. Yang berusaha dicuri iblis pertama-tama dalam hidup kita adalah mencuri dan menggoyahkan iman kita. Oleh sebab itu, kuatkan iman kita sebab iman adalah landasan kapasitas rohani kita di hadapan Tuhan. Iman berarti kita menggantungkan harap hanya pada Tuhan, yang kian lama kian kuat.
Iman tidak tergantung pada keadaan yang kita alami. Orang yang hilang pengharapannya berarti orang itu kehilangan iman ,dan orang yang kehilangan iman lebih dekat dengan pintu neraka.
Ketika kita memprcayakan hidup kita, keluarga kita dan masa depan kita pada Tuhan, maka ia akan bergerak melakukan perkara yang luar biasa lebih dari apa yang kita pikirkan.. Walaupun dalam pengharapan itu kita memerlukan waktu yang lama,panjang dan dipenuhi perbagai pergulatan Iman.,namun seperti halnya Abraham dan Sara ,mereka peroleh kekuatan untuk mendapatkan keturunan yaitu anak perjanjian. Kita percaya bahwa pengharapan dalam Kristus tidak akan mengecewakan.
Pengharapan itu menghasilkan buah dan jika buah itu matang ia akan menghasilkan ketekunan. Bapa memberikan kita kekuatan ketika kita lemah dan ketika kita dalam lembah kekelaman,ia beserta kita meberkan perlindungan dan penghiburan. Janan takut jika saat ini kita berada dalam ‘lembah bayang maut’, itu adalah cara Tuhan untuk memulihkan dan menambah kekuatan kita sehingga kita dapat naik ke level yang lebih tinggi lagi asal kita mau menerima dan taat pada rencana-Nya. Ya! Lembah baka dan air mata akan diubahkan Tuhan menjadi lembah yang penuh dengan mata air ,yaitu: pemulihan, berkat dan kelimpahan dalam roh, jiwa dan tubuh kita jika kita mau bersyukur ketika kita masuk dalam disiplin Tuhan dan terus percaya bahwa Tuhan merenda hidup kita lebih indah. Amin.
"PEKERJAAN ROH KUDUS"
Pembicara: Pdm.Beni Gunawan.
Tanggal 28 Februari 2010 Ibadah Raya III
Ayat Emas:
Yohanes 16:8-13
Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Roh Kudus menjadi penolong bagi gereja-Nya (orang percaya) dan memberi kuasa untuk menjadi saksi bagi Kristus Yesus kepada segala bangsa. Petrus bersama para murid dapat dengan berani bersaksi karena mereka dipenuhi oleh Roh Kudus.
Demikian juga geeja Tuhan sekarang ini dapat dipakai dengan luar biasa asal dipenuhi dan berjalan bersama kuasa Roh Kudus.
Apa yang dilakukan oleh Roh Kudus jika Dia bekerja dalam hidup kita?
1. Roh Kudus akan menginsafkan kita akan dosa. Kita tidak banyak tahu tentang kebenaran dan dosa yang kita perbuat. Tapi ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, maka Ia akan menginsafkan dan member kita kemampuan untuk membedakan mana kebenaran Tuhan dan dosa. Setiap tindakan dan perbuatan kita akan dituntun Tuhan sehingga ita bisa peka dan menyadari apakah kita berbuat benar sesuai kehendak Tuhan atau kita berbuat dosa.
2.Roh Kudus akan memberikan kesaksian hidup dalam kebenaran. Jika Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, maka kita akan mudah mengampuni orang yang bersalah pada kita. Kita akan memiliki hati yang mudah dibentuk Tuhan dan dengan rendah hati mengkuti perintah Tuhan untuk belajar seperti Kristus yang telah mengampuni dosa kita.
3.Roh Kudus akan menyingkapkan kebenaran tentang Yesus Kristus dalam setiap hidup orang percaya (Yohanes 14:15-16).Tuhan akan menyertai kita jika kita melakukan perintah-perintah-Nya yaitu dengan membaca firman Tuhan setiap hari maka pengurapan Allah yang baru selalu turun dalam hidup kita.
4.Roh Kudus memberi kuasa untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan (Markus 16:17-18). Supaya kita mempunyai keberanian untuk memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat maka kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus setiap hari. Kita percaya bahwa akhir-akhir ini Roh Kudus dicurahkan secara besar-besaran olehkarena itu mari kita siapkan diri supaya terjadi lompatan iman dalam hidup yang dahsyat dan luar biasa.
Bagaimana pengurapan Roh Kudus itu bisa kita terima?
1. Hidup dalam pertobatan setiap hari.
2. Kita harus minta kehausan dan percaya pada Firman Tuhan.
3. Terima Roh Kudus dengan iman.
AMIN
"Bagaimana Mengalami Hidup Dalam Kelimpahan"
Pembicara: Pdt.Leonardo Sjiamsuri.
Tanggal 14 Februari 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
(Rayon 1F)
Yohanes 2:1-11 (Perkawinan di Kana)
Dalam pesta perjamuan pernikahan di Kana, mereka kekurangan anggur, dan ibu Yesus tidak panic. Dalam hidup kita, banyak hal muncul tiba-tiba di luar rencana yang kita buat, yang seringkali juga membuat kita panic. Tapi bukankah dalam banyak hal itu juga Tuhan sering membuat jalan saat tiada jalan? Ini berarti dalam kehidupan kekristenan tidak ada jalan buntu sebab Tuhan selalu buat jalan bagi kita
Tahun 2010 ini adalah tahun penggenapan janji Tuhan. Oleh sebab itu, bagaimana kita bias mengalami hidup dalam kelimpahan?
1. Jaga focus Anda, tetap focus pada Tuhan dan perkara ilahi. Dalam segala hal pikiran kita jangan terkunci oleh masalah yang sedang kita hadapi. Tapi percaya ketika kita focus pada Tuhan, maka Ia sanggup menjaga emosi kita sehingga kita sanggup terus berharap pada Tuhan, dan Tuhan campur tangan menyelesaikan masalah kita. Seperti ibu Yesus, Maria. Ia memfokuskan diri kepada Yesus ketika masalah menghantui mereka. Sama seperti Yairus, kepala rumah ibadah. Ketika anaknya hamper mati (koma), ia hampir bimbang karena orang-orang mengatakan bahwa anaknya pasti mati. Tapi Yesus berkata kepada Yairus untuk tidak mendengarkan ucapan orang-orang itu dan tetap percaya bahwa anaknya tidak mati dan Yesus menyembuhkannya. Mari kita focus kepada Tuhan dan bukan kepada masalah; sehingga enerji kita tidak terbuang percuma karena masalah yang kita hadapi. Dan bila kita focus pada Tuhan maka jalan keluar dari Tuhan terbuka di depan kita karena bagi Allah tiada yang mustahil. Dalam hal ini ,iman Kristen dimulai dari tindakan “percaya” pada Tuhan bahwa Ia sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita kemudian kita dimampukan untuk mengerti maksud Tuhan lewat apa yang kita alami. (Ibrani 11:3)
2. Konek dengan Tuhan. Pertumbuhan iman dan kedewasaan kekristenan kita ditentukan oleh ‘konek’ atau tidaknya hidup kita dengan Tuhan. Sejauh mana kita telah konek dengan Tuhan? Maria konek dengan Yesus, karena ia menyimpan dalam hatinya setiap pesan malaikat tentang Anak-nya, Yesus dan segala yang terjadi dalam hidup-Nya. Koneknya kita dengan Tuhan, diukur dari sejauh mana kita intim dengan Tuhan dan menyimpan Firman-Nya dalam hati dan melakukan Firman itu dalam hidup kita. Mari kita terhubung dengan Tuhan, maka semua yang kita doakan dan harapkan pasti Tuhan genapi.
3. Segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu dalam hidup kita; ada musim yang telah diatur oleh Tuhan. Kita tidak bias memaksakan segala sesuatu harus terjadi jika waktunya belum tiba. Yesus Tuhan selalu bekerja pada waktu-Nya. Mari kita sesuaikan segala kehendak kita dengan waktunya Tuhan. Kita percaya inilah waktu Tuhan untuk memulihkan dan memberkati kita dengan limpahnya.
4. Dengar suara Tuhan. Kita harus belajar mendengar suara Tuhan dan peka untuk membedakannya. Tuhan selalu berbicara dalam dan melalui banyak hal. Iman kita timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan; semakin banyak kita membaca dan mendengar Firman Tuhan maka iman kita semakin kuat. Dan apa yang keluar dari mulut kita sesuai dengan apa yang kita ‘makan’. Jadi jika kita banyak ‘makan’ dan mendengarkan Firman maka yang keluar dari hidup kita adalah buah dari Firman, yaitu iman, kekuatan dan kemenangan (2 Tawarikh 20:1-3)
5. Menjadi pelaku Firman (ayat 5). Kita tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga harus menjadi pelaku Firman. Ketika Yesus memerintahkan pelayan untuk mencedok air dalam tempayan dan memberikan pada kepala pelayan pesta untuk mencicipinya dan yang terjadi adalah mujizat! Seringkali kita harus bertindak dalam ketidakmungkinan; itulah cara kerja mujizat, percaya ketika kita bertindak sesuai Firman, maka segala yang mustahil diubahkan menjadi mungkin . Jangan berjalan dengan pikiran kita saja tetapi juga dengan iman yang bersumber dari Firman Tuhan.
"Hidup Dalam Kelimpahan Berkat Tuhan"
Pembicara: Pdt.Nathanael Makaruwung.
Tanggal 10 Januari 2010 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I
Ayat Emas:
Yohanes 10:10, Lukas 12:13-21; Amsal 17:7; 3 Yohanes 1:2
Dunia berkata bahwa tahun ini (2010) adalah tahun yang sangat sulit. Tapi bagi kita umat Tuhan, tahun 2010 adalah tahun Pemulihan dan Kelimpahan.
Yohanes 10:10 berkata: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Berkat dan kelimpahan; bukan hanya bicara tentang keuangan saja, tetapi dalam segala hal (kesehatan, rohani, sukacita, dll). Kata memberi “Hidup” (Yun: Zo’e – baca Zohe) yaitu: suatu kehidupan Ilahi; kehidupan yang tidak dipengaruhi oleh kehidupan duniawi karena Allah sendiri yang bertahta sebagai Raja dalam hidup kita.
Kehidupan “berkelimpahan”(Yunani: Perruzzo) memiliki 2 arti:
1.Kehidupan yang berkualitas lebih dari super. (perruzzo = secara kualitas lebih dari super). Yesus datang untuk memberikan kita kehidupan yang berkualitas, bahkan lebih dari itu.
2.Kehidupan yang diberkati secara jumlah yang tidak dapat dihitung..Kehidupan secara kuantitas ini otomatis akan Tuhan limpahkan ketika kita sudah menerima atau memiliki kehidupan yang berkualitas. Bangun hidup yang berkualitas dahulu, kemudian Tuhan akan mendatangkan berkat jasmani yang tak terhitung.
Kebanyakan umat Tuhan mengejar materi lebih dari kualitas, sehingga Tuhan seperti menunda memberikan berkat pada kita. Tuhan menginginkan supaya umat Tuhan mendahului kualitas, maka berkat-Nya dicurahkan pada kita.(Matius 6:33). Tuhan tidak ingin kita murtad karena jumlah berkat yang kita terima.
Bagaimana supaya kita layak menerima berkat Tuhan (hidup dalam kelimpahan)?
1. Memperbesar kapasitas kita. (menjadi pribadi yang pantas menerima berkat Tuhan – mempersiapkan kualitas hidup). Dalam Lukas 12:13-21 (orang kaya yang bodoh) hal bodoh; di hadapan Tuhan berati tidak berkualitas (ayat 15). Ini merupakan peringatan bagi kita supaya jangan mengejar kuantitas seperti orang kaya yang bodoh (mempunyai banyak jumlah kekayaan) tapi kualitas hidup (mutu) sebab kuantitas tidak dapa menjamin kehidupan kita. Pantaskah kita menerima berkat Tuhan? Mari siapkan diri kita sehingga kita sanggup menampung semua berkat yang Tuhan limpahkan pada kita. Tuhan mempersiapkan kapasitas dari kualitas yang cocok dengan kita (Amsal 17:7) ini adalah hukum kepatutan/kelayakan. Kita sebagai anak Tuhan, harus siap dan pantas menerima “berkat” dari Tuhan dengan memperbesar kapasitas hidup yang berkualitas dalam segala hal.
Mari miliki hidup yang pantas sebagai “anak Allah” dimanapun kita berada, sehingga banyak orang diberkati melalui hidup kita yang berkualitas.
2. Memiliki hubungan intim dengan Tuhan. (kualitas rohani yang baik). 3 Yohanes 1:2 katakan, Tuhan merindukan kita baik-baik dan sehat-sehat dalam segala sesuatu. Kuncinya , supaya kita baik-baik dalam segala sesuatu, maka jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) harus berkualitas. Manusia adalah mahluk roh yang dibungkus jiwa dan tinggal dalam tubuh.
Keinginan daging adalah manifestasi jiwa yang belum ditransformasi. Problem hidup kekristenan adalah dalam jiwa (I petrus 2:11). Oleh sebab itu perlunya pemulihan dalam jiwa kita, yaitu karakter yang semakin dipulihkan.
Setan menyerang tubuh (melalui penyakit), jiwa (obsesi/pikiran) juga roh (dirasuki). Tapi jika Yesus Tuhan ada dalam hidup kita, walaupun tubuh dan jiwa boleh diserang, tapi roh kita tetap dalam perlindungan Tuhan.
Contoh persoalan jiwa: 1 Raja-Raja 1:1-4. Raja Daud dicarikan perempuan muda untuk menghangatkan tubuhnya yang sudah tua renta. Raja Daud memiliki roh yang kuat, tapi dia memiliki permasalahan dalam jiwanya. Mari kita minta untuk Tuhan pulihkan seluruh hidup kita baik tubuh, jiwa dan roh melalui keintiman dengan pribadi-Nya, sebab kualitas hidup dibangun atas jiwa yang telah dipulihkan. Karakter apa yang menjadi penghambat sehingga kita tidak hidup dalam kelimpahan berkat Tuhan? Mari terbuka dengan Tuhan dan minta Tuhan pulihkan seluruh kehidupan kita. Amin.
Ringkasan Khotbah September-Oktober 2010
Ringkasan Khotbah Juli-Agustus 2010
Ringkasan Khotbah Mei - Juni 2010
Ringkasan Khotbah Januari - April 2010
Ringkasan Khotbah 2009
Back
to home
|
|
|
|
COPYRIGHT 2005 - 2011 GBI INTERCON.ARCHIPEDDY.COM |
|
|
|
Hidup
yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama.
 
|