Ringkasan Khotbah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

 


"Mengatasi Kekuatiran"

Pembicara: Pdt.Anthony Chang
Tanggal 02 Mei 2010 Ibadah Raya III Jam 16.30 WIB
Ayat Firman Tuhan: 1 Timotius 4:18-26

 


"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Halaman sebelumnya Atas Halaman berikutnya Hari-hari yang kita lalui saat ini tidak akan pernah lepas dari apa yang disebut dengan 'uang'. Sebagai anak Tuhan kita perlu memiliki sikap yang benar agar kita tidak gagal dalam mengelola uang tersebut.

Dunia tempat kita hidup sekarang adalah dunia yang penuh kompetisi dan makin menuju pada kehancuran (tidak makin baik) dan Yesus menempatkan umat-Nya di tengah dunia yang gelap ini supaya menjadi terang dan garam dunia. Setiap manusia pasti mengalami kekuatiran dalam hidupnya karena dosa telah menguasai dunia ini.
Kebenaran Firman Tuhan dalam Matius 6:25-34 bukanlah mengajar kita untuk tidak kuatir sama sekali dalamhidup kita, tapi bagaimana kita belajar untuk menghadapi kekuatiran dan mengetahui apa rencana Tuhan di balik pergumulan yang sedang kita hadapi. Ketidakmampuan kita menghadapi kenyataan hidup yang kita jalani seringkali membuat kita sebagai orang percaya menjadi kecewa, susah hati dan kompain kepada Tuhan.
Ada 3 katagori kekuatiran dalam hidup yaitu yang k”kamu makan-minum-pakai” yaitu yang meliputi seluruh keberadaan hidup kita. Tidak ada satu bagian pun dalam hidup kita yang lepas dari kekuatiran:
1.Kuatir terhadap anak. apakah anak di dalam rahim ibunya sehat-sehat saja? Apakah anak kita lahir dengan sempurna? Bagaimana dengan sekolah dan pendidikannya? Apakah cukup uang untuk pendidikannya?
2. Kuatir terhadap pasangan hidup: usia sudah cukup dewasa tetapi belum juga diberi jodoh, punya pasangan yang terlalu ganteng atau cantik kita jadi kuatir dan takut kecantol pada orang lain.
3. Kuatir terhadap kesehatan : pada usia tertentu atau menjelang usia senja seringkali banyak penyakit yang muncul dalam tubuh kita dan itu menyebabkan kita kuatir. Kita harus sadar bahwa keadaan penuaan adalah hal alami dari tubuh kita dan kita harus menerima dengan bersyukur.

Ada beberapa penyebab kekuatiran.
1. Cara kita berdoa yang salah.
Bukan melarang supaya kita jangan meminta pada Tuhan, tapi bagaimana permintaan itu tidak untuk memuaskan kepentingan diri sendiri dan seturut kehendak Tuhan. Tuhan mengajarkan kita supaya hidup secukupnya dan berdoalah untuk kebutuhan kita (bukan keinginan kita) yang nyata.
2. Mencari tahu hari esok
Tuhan mengajarkan kita bahwa hari esok memiliki kesusahannya sendiri. Kita jangan kuatirkan hari esok, sebab hari esok di luar jangkauan kita, oleh sebab itu hiduplah untuk hari ini dan kuasailah hari ini. Bagaimana kita memikirkan hari esok, sedangkan hari ini saja kita tidak sanggup menjalaninya? Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, jangan ditambahkan dengan kesusahan esok hari. Hadapilah hari ini dan kita pasti sanggup menghadapi hari esok.
3. Ketidak bergantungan kepada Tuhan.
Kita menjalani hidup dengan kekuatan kita dan mencoba mengatasi persoalan hidup dengan apa yang kita miliki dan akhirnya kita kuatir, kecewa ,stress dan depresi, putus asa sebab ternyata kita manusia terbatas.. Oleh sebab itu, belajarlah untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan, sebab hanya Tuhan yang sanggup menolong hidup kita dan bekerja melebihi kekuatan kita. Ketergantungan pada Tuhan berarti mengandalkan Dia dalam segala hal.
Apa yang Anda kuatirkan saat ini? Apakah Anda takut menjalani hari-hari hidupmu? Percayalah kepada Tuhan dan belajarlah kebenaran Firman-Nya, turuti kehendak-Nya dan serahkan hari esok kepada Tuhan sebab hari esok ada dalam rencana-Nya serta bergantunglah sepenuhnya pada Tuhan, andalkan Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan dan menuntun jalan hidupmu!

Ringkasan Khotbah January-April 2010

Back to home


KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)


"Makin Lama Makin Kuat"
Pembicara: Pdt. Paulus Supit.
Tanggal 06 September 2009 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ayat Firman: Mazmur 84:5-8, Nehemia 1:4


Tuhan mau hidup orang percaya semakin lama semakin kuat di dalam Dia. Bahkan setiap masalah Tuhan ijinkan kita alami untuk melatih kita makin kuat dalam Iman.

Bagaimana menjadi orang yang kuat dan semakin kuat dalam Tuhan?

1. Memberi waktu untuk Tuhan(berdiam diri di kaki Tuhan, ayat 5).

Ketika kita berani meluangkan waktu untuk Tuhan (intim dengan Tuhan) maka Tuhan akan menambahkan kekuatan dalam hidup kita. Dalam Nehemia 1:4, Nehemia meluangkan waktu/ berdiam diri dan berdoa untuk masalah yang dihadapi  bangsanya. Kita melighat hasilnya dalam ayat ke 15-16, Tuhan menolong dia dan bangsanya menyelesaikan tembok kota Yerusalem.

2. Melatih kekuatannya di dalam Tuhan (ayat 6). Dengan apa Tuhan melatih kekuatan kita? Dengan masalah dan tantangan hidup. Oleh sebab itu jangan lari dari masalah; hadapi masalah bersama Tuhan dan mengucap syukur dalam segala keadaan, karena dibalik setiap masalah dan tantangan yang kita alami ada rencana Tuhan yang indah yaitu melatih otot-otot iman dan rohani kita untuk semakin kuat dan dewasa.

Jika roh dan iman kita kuat, kita tidak akan mudah dikalahkan oleh masalah dan jatuh dalam berbagai dosa. Iman kerohanian kita perlu dilatih sama seperti otot-otot tubuh menerima latihan fisik.

3. Punya tujuan hidup yang jelas (fokus pada Tuhan, ayat 6b). Tujuan hidup yang jelas akan menolong kita mencapai sasaran yang telah Tuhan Taruh dalam hidup kita.


 

KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)


"Kuasa Darah Yesus"
Pembicara: Rev.Kong Hee (Pastor from Cuty Harvest Church, Singapore).
Tanggal 25 Januari 2009 Ibadah Raya III
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya III


Salah satu kata yang paling dicari orang saat ini adalah "Damai". Para politikus, media massa paling sering membicarakan damai. Banyak orang yang membutuhkan damai, banyak orang memerlukan kebaghagiaan. Yesus adalah Raja Damai. Tidak mungkin seseorang mendapatkan damai bila belum menerima Yesus sebagai Tuhan.
Roma 16:20, damai akan membuka jalan bagi Tuhan untuk bekerja.
Kolose 1:20, damai dari Tuhan datang ketika darah Yesus menghapus dosa kita.


"Kekuatan Dalam Pikiran Kita"
Pembicara: Pdt.Edward Supit.
Tanggal 25 Januari 2009 Ibadah Raya I
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I


Pikiran kita mempunyai kekuatan dan peranan di dalam kehidupan kita. Kita harus mereprogram pikiran kita. Seringkali yang membuat kita tidak mengalami pertolongan Tuhan disebabkan karena pikiran kita yang membatasi kuasa Tuhan. Orang-orang yang berhasil dan sukses adalah orang-orang yang mempunyai pikiran yang positif. Selama kita mempunyai pikiran yang negatif maka hidup kita tidak akan berubah dan berhasil.

Banyak orang tidak bisa mencapai kehidupan mereka dengan maksimal disebabkan karena pikiran mereka. Ketika kita berpikir negatif, kita tidak bisa mengharapkan hasil yang positif. Di dalam Kolose 3:2 dikatakan bahwa pikirkanlah perkara-perkara yang di atas yaitu perkara-perkara yang supranatural dimana Kristus ada .
Pikiran-pikiran yang kita miliki haruslah pikiran yang positif dan setiap hari kita harus berpikir bahwa setiap hari adalah hari yang telah dijadikan Tuhan untuk kita dan kita dijadikan Tuhan untuk menjadi seorang pemenang. Hidup kita jangan bergantung pada keadaan-keadaan yang buruk yang kita dengar dan kita lihat


"Mengalami Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif"
Pembicara: Pdt. Benny Gunawan.
Tanggal 18 Januari 2009
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I


Memasuki tahun 2009, tangan tuhan akan memegang kita, membawa kita kepada kemenangan. Yehemia 18:21-24 dan 32 bicara soal keselamatan, itu bukan hanya untuk orang-orang yang belum percaya. Tetapi juga untuk orang-orang percaya.
Dunia mengatakan bahwa tahun 2009 adalah tahun yang sulit. Namun Tuhan menyatakan bahwa tahun 2009 adalah tahun kesembuhan dan mujizat yang kreatif. Yohanes 11:21-27 menyatakan bahwa Bapa di Sorga selalu menjawab setiap doa-doa kita. Yesus adalah kebangkitan dalam hidup kita. Yohanes 11:32, 38-44. Tuhan tidak hanya minta kita tahu tentang kesembuhan dan mujizat yang kreatif, tetapi lebih dari itu, kita harus percaya akan hal itu.
Bagaimana agar kesembuhan dan mujizat yang kreatif terjadi:
1.Percaya dengan segala resiko
2.Banyak tersungkur di hadapan Tuhan (doa, pujian dan penyembahan).
Waktu gereja berdoa, memuji dan menyembah Tuhan maka dampaknya bangsa-bangsa akan datang kepada Tuhan. Untuk bisa berdoa, memuji dan menyembah, kita harus percaya kepada Tuhan.


"Kedatangan Tuhan Sudah Sangat Dekat"
Pembicara: Ev. Marko Budiman.
Tanggal 18 Januari 2009 Ibadah Raya I
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I


Firman Tuhan adalah fakta, baik itu yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi. Fakta Firman Tuhan itu yaitu: 1. Kedatangan Tuhan sudah sangat dekat.
Hari-hari ini hidup di akhir jaman, pada akhir jaman ini akan banyak orang yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Perlu kita ketahui bahwa yang membuat seseorang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan merupakan pekerjaan Roh Kudus. Hari-hari ini Roh Kudus giat bekerja, menjamah setiap orang yang belum percaya kepada-Nya.
2. Tuhan sedang menggoncangkan dunia ini (Hagai 2:7-8)
Salah satu cara agar kita berada di daerah yang tidak tergoncangkan adalah kita harus berada di pihak Tuhan. Galatia 2:20 , hidup kita bukan hanya tidak tergoncangkan melainkan kita bersama-sama dengan Tuhan akan menggoncangkan bangsa-bangsa supaya bangsa-bangsa menjadi percaya kepada Yesus.

Caranya kita menyatu dengan Kristus :
Roma 12:1. Kita harus mempersembahkan tubuh/hidup kita kepada Kristus. Sebagai manusia kita diberikan oleh Tuhan kehendak bebas. Sehingga dengan kehendak bebas itu kita dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan hendaklah kita memakai kehendak bebas kita untuk mempersembahkan hidup kita kepada-Nya.
Supaya Dia menjadi Tuhan dan Raja di dalam hidup kita. Kalau ini kita lakukan maka kita akan mengalami kebaikan Tuhan.
Memberitakan Injil bukan hanya tugas dari pendeta saja, tetapi memberitakan Injil adalah tugas kita semua orang percaya. Memberitakan Injil memang tidak mudah, tetapi jika melibatkan Roh Kudus dalam hidup kita maka kita akan diberikan kemampuan.
Bagaimana kita mengetahui bahwa Tuhan Yesus ada di dalam hidup kita?
1. Jika kita mempunyai hati di dalam hidup kita (Yohanes 3:16)
2.Jikakita menyadari bahwa di setip masalah pasti ada jalan keluarnya (1 Korintus 10:13).

"Heaven Butterfly"
Pembicara: Pdt.Levi Supit.
Tanggal 11 Januari 2009
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I


Nats Firman Tuhan : Efesus 4:17-24
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari binatang kupu-kupu yaitu kupu-kupu yang mempunyai keindahan pada sayapnya dan sebelum kupu-kupu itu menjadi seekor kupu-kupu yang indah, kupu-kupu itu mengalami proses metamorfosa terlebih dahulu. Kalau kupu-kupu saja Tuhan berikan keindahan pada sayapnya, terlebih lagi kita. Hidup kita berharga di mata-Nya dan Tuhan jadikan kita menjadi biji mata-Nya.
Proses Metamorfosa kupu-kupu

1.Tahap Telur yang sangat kecil
Sebelum menjadi seekor kupu-kupu, dimulai dari telur/larva yang sangat kecil. Demikianlah kehidupan orang-orang yang belum kenal Kristus. Ada banyak "telur" di luar sana. Orang-orang yang belum percaya bagaikan telur kupu-kupu, yang masih hidup dalam kegelapan (ayat 17-18)

2.Tahap ulat (menetas)
Ulat makanannya adalah daun, dan dengan makanannya itu ulat tumbuh menjadi besar. Tetapi pada saat ulat bertambah besar, kulit luarnya akan mengelupas dan bentuk tubuhnya kembali menjadi kecil

 

3.Tahap kepompong
Ulat sesudah membesar, ia akan menggantung (Up side down), kepala di bawah dan dengan demikian ia akan mengeluarkan air liur.
Di dalam kepompong tiada ruang untuk bergerak, gelap dan sangat kesepian. Demikian pula hidup rohani kita kadang Tuhan ijinkan untuk "Up side down", dan terhimpit dalam berbagai masalah.
Beberapa ilmuwan peneliti kupu-kupu mencoba "membantu" kupu-kupu yang sedang dalam kepompong dengan membelah kepompong itu sebelum waktunya, hasilnya ulat itu malah mati !!. Dilain waktu, ilmuwan tadi kembali mencoba membantu, tapi hanya dengan merobeknya sedikit saja, hasilnya ulat itu menjadi kupu-kupu memang, namun hidupnya tak lama.

4.Tahap Dewasa (Kupu-kupu)
Sesudah mengalami masa kepompong yang menyesakkan, maka keluarlah kupu-kupu itu dari kepompongnya. Mula-mula sayapnya basa, namun hembusan angin membuatnya kering. Ia mulai terbang
Kesaksian hidup saya juga mengalami masa-masa seperti itu. Kini saya melihat, "sayap" saya yang kuning, misalnya. Yaitu saya mulai berkhotbah. Sayap biru misalnya bagaikan kemampuan saya mendidik anak.Saat kita melewati semua proses itu, maka hidup rohani kita menjadi dewasa dan indah di mata Tuhan (ayat 24).


"Winning 1 (one) More Soul For Jesus"
Pembicara: Pdp.Dr.Janto Simkoputera MD.Ph.D.
Tanggal 4 Januari 2009
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I


Alkitab bila diperas, isinya ada 2 pasal yang paling penting, hukum KASIH = Perintah Agung = The Great Commandment (Mat 22:37-39) dan Amanat Agung = The Great Commission (Mat 28:19-20).
Kasih yang Tuhan minta buat kita orang Kristen adalah kasih yang all out!
Kasih yang siap mengorbankan segala-galanya (waktu dan uang) buat DIA, juru selamat kita! Siapkah kita? atau hanya lipservice saja selama ini?
Loving God wholeheartdly & loving people fervently ! That's what JESUS wants in our lives.
Saya ingin menyaksikan kisah seorang ibu, penjual kue di Pulau Bangka. Ibu ini penghasilanya terbatas, namun mengalami penyakit yang parah. Tetangga ibu ini adalah orang Kristen yang mengasihi sesamanya. Dengan tabungannya yang hanya belasan juta, tetangga ibu ini mengajaknya ke Jakarta untuk berobat, ibu ini kemudian berobat pada saya. Hasil; pemeriksaan diagnose si ibu ini menderita gagal ginjal yang sangat parah, dan harus cuci darah. Sesudah beberapa kali cuci darah, si ibu penderita gagal ginjal ini merasa tidak enak pada tetangganya yang telah mengorbankan uangnya demi penyembuhannya. Ia datang pada saya dan pamit untuk pulang ke Bangka. Ternyata pemeriksaan darah menunjukkan bahwa fungsi ginjal ibu ini meningkat menjadi 50 persen. Singkat cerita ,ibu penjual kue ini kembali ke Bangka dan mengabarkan Injil pada orang sekitarnya tanpa pamrih.
Jiuka ia tahu ada orang yang membutuhkan pelayanan Injil, ia akan segera berangkat tanpa memperdulikan barang dagangannya sudah laku atau belum. Inilah kasih yang all out.
Markus 6:20. Bila kita melangkah ke penginjilan, maka Tuhan janji akan bekerja sama dengan kita (work with them, not for them). Jadi kalau Saudara tidak bergerak, jangan harap Tuhan turut bekerja, karena kita harus bergerak terlebih dahulu, ada pengorbanan waktu, tenaga dan uang.
Setelah jiwa dimenangkan, tugas gereja adalah menggembalakan agar tidak tersesat di akhir jaman (Mat 24:4,5,11). Jika Anda punya kerinduan memenangkan jiwa, mulailah dari keluarga Anda terlebih dahulu, teman kerja, atau siapa saja.
Mari di tahun 2009= Samekh Teth , kita berbuah lebat menjadi pelaku firman.

(ringkasan khotbah dari GBI Intercon dengan sedikit penyesuaian)




Ringkasan Khotbah September 2009

Ringkasan Khotbah Agustus 2009

Ringkasan Khotbah Juli 2009

Ringkasan Khotbah Juni 2009

Ringkasan Khotbah Mei 2009

Ringkasan Khotbah April 2009

Ringkasan Khotbah Maret 2009

Ringkasan Khotbah Februari 2009

Back to home

GBI Pasar Minggu

GBI INTERCON JAKARTA