The News

Bayi Terlahir Dengan Telapak tangan Berdoa dan Tulisan Yesus Segera Datang

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by admin utama Wednesday, 23 June 2010 04:31

Disebuah rumah sakit umum Itaguai (RJ), akhir minggu lalu telah lahir seorang anak perempuan dengan kedua tangan menempel jadi satu, mirip orang yg sedang berdoa. Para dokter memberitahu orang tuanya bhw mereka akan mengoperasi tangan anak itu dan akan memberikan obat penahan sakit. Hanya sebuah operasi ringan karena keliatannya kedua tangan tsb menempel karena dilekatkan oleh sebuah lapisan kulit tipis yg terpisah.


Ketika mereka membuka tangan anak itu, Anda tidak dpt membayangkan apa yg tertulis disana....."JESUS AKAN DATANG LAGI...." Semua dokter dan orang2 yg ada di rumah sakit menangis tersedu sedu. Saat ini terjadi pertobatan besar2an di seluruh bagian kota Itaguai, Orang2 yg telah meninggalkan gereja kembali datang ke gereja, dan orang2 yg menerima YESUS sebagai satu2nya penyelamat percaya bahwa Tuhan mengirim anak tersebut untuk menyampaikan pesanNya . Beberapa jam kemudian, anak perempuan itu meninggal. Misi telah diselesaikan.
Saya telah menerima pesan ini, dan sekarang akan saya teruskan kepada yg lainnya !!!!!!
Raja diatas segala raja akan datang kembali. Yesaya 55:6 : "Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada Nya selama Ia dekat!".
Kirimkan ini kpd smua orang yg km kenal, bahkan jika km harus mengirimkannya lewt email supaya smua org menerimanya. Jangan terlalu terikat dengan apa yang kita kerjakan didunia ini. Ini penting!!!!!!
Saya merasa diberkati dan sungguh beruntung menerima pesan ini dari seorang teman dan merasa harus berbagi dengan smua org yg saya kenal.






In the public hospital of Itaguaí Brasil (RJ) last weekend was born a girl with hands joined together, like one who's praying.
The doctors told the parents that they would operate on the hands of that girl. The operation was easy because they were just one membrane (skin) layer apart.
When they opened up the hands of that child, you can't imagine what was written...
JESUS IS COMING BACK SOON...
The doctors started weeping and all that were in the hospital.
The suburb of Itaguaí is undergoing a movement now,
People that had withdrawn from church are going back and others are receiving JESUS CHRIST as the only Savior.
God sent that child simply to convey that message.
After a few hours she died.
The Lord of Lords is coming back.'Seek you the LORD while HE may be found, call you upon Him while He is near:' Isaiah 55:6 angel

 

Typologi Yesus Dalam Alkitab

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by admin utama Thursday, 03 June 2010 11:04

Typologi Yesus dalam Alkitab
1. Pokok Keselamatan (Author of Eternal Salvation)
“Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya.” (Ibrani 5:8-9).

Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa sesudah Yesus menyempurnakan tugasNya di bumi ini sebagai tebusan bagi banyak orang,, maka Ia menjadi pokok atau sumber keselamatan kekal bagi setiap orang yang percaya dan taat kepadaNya.Sumber keselamatan artinya temapt di mana manusia memperoleh keselamatan kekal hanya melalui percaya dan taat kepada Yesus.

2.Gembala (Sheperd) dan Pemelihara (Bishop)
“Karena dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang ini kamu sudah kembali kepada gembala, yaitu pemelihara jiwamu.” (1 Petus 2:25 T.Lama).

Kristus tidak hanya menjadi contoh teladan di dalam suatu kehidupan yang kudus dan berkenan kepada Allah, dan memberikan keselamatan kepada

SELENGKAPNYA

 

Filsafat Yang Salah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Thursday, 03 June 2010 11:03 Written by admin utama Thursday, 03 June 2010 10:56

Pertentangan Iman Kristen dan Beberapa Filsafat Dunia

A. Materialisme
1.Inti Pemahaman.
- Filsafat ini berpendapat bahwa semua yang ada di dunia ini atau yang eksis hanyalah materi belaka. Alam semesta ini tidak memiliki tujuan, karena setiap obyek/materi bergerak sendiri dengan tatanan hukum alam (Mechanism Materialism).
‘- Dalam hubungan dengan nilai, golongan ini beranggapan bahwa kenikmatan jasmani, rohani, kesehatan, kepuasan inderawi semuanya dapat dipuaskan dengan materi. Dan materi adalah yang paling bernilai yang dapat diupayakan dan diraih manusia.
- Sumber segala sesuatu adalah sesuatu yang dapat dipahami, dilihat, dinikmati, dirasakan yaitu materi

- Golongan ini merupakan perlawanan dari gerakan rohani yang sedang marak pada waktu itu (periode Aufklarung) dan menganggap bahwa agama hanyalah wishful thinking (pemikiran yang berdasar pada khayalan, imajinasi, tipuan kejiwaan). Mereka berpendapat, ketika manusia lemah tak berdaya menghadapi permasalahan hidup, bencana alam dan lain sebagainya, lalu berusaha ‘menciptakan’ suatu wujud pribadi yang maha kuat,serba mengetahui dan serba suci yang di sebut Allah. Jadi dalam paham materialisme, dianggap bahwa manusialah yang menciptakan Allah)

Penerapan paham Materialisme.
- Segala kesuksesan hidup manusia diukur dari materi

SELANJUTNYA KLIK DI SINI

   

Pastor Sermont's

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Saturday, 05 June 2010 08:27 Written by admin utama Wednesday, 10 March 2010 05:52

 

TAHUN 2010 ADALAH TAHUN PEMULIHAN DAN TAHUN KELIMPAHAN

 

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu – 6 Desember 2009 di Senayan.

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Setelah tanggal 18 September, jam 6.00 sore, kalender orang Yahudi berubah dari tahun 5769 menjadi tahun 5770 yang disebut dengan “Tahun Ayin”. “Ayin” itu berarti 70. Huruf “Ayin” dalam bahasa Ibraninya berbicara tentang sebuah mata.

Secara profetik nabi-nabi Tuhan mendapatkan bahwa huruf “Ayin” itu berbicara tentang :

  1. Mata Tuhan
  2. Mata kita

Mazmur 32:8 berkata, “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”

Saudara, ini adalah tahun yang luar biasa di mana Tuhan berkata bahwa mataNya tertuju kepada kita semua. Artinya, Tuhan siap menuntun, siap mengajar dan memberi nasihat kepada Saudara dan saya. Tetapi kita tidak mungkin bisa mendengar, melihat serta mengerti tuntunan Tuhan kalau mata kita tidak tertuju kepada Dia.

Mazmur 123:2 berkata, “Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.”

Saudara, tahun ini dikatakan sebagai “Tahun Mata”, dan ketika Tuhan mem berikan pesan, “Aku hendak menuntun kamu …”, yang pertama-tama adalah kita disuruh masuk dalam puasa selama 21 hari, dan selama masa puasa itu Tuhan juga mau kita banyak berada di dalam hadirat-Nya.

Pada puasa kali ini, saya banyak berkeliling ke menara-menara doa dan dengan tidak terasa kita sudah berada di akhir tahun 2009. Rasanya begitu cepat waktu berlalu. Apakah Saudara juga merasakan hal yang sama? Memang benar, hari-hari dalam tahun ini rasanya begitu cepat berlalu dan tiba-tiba sudah menjelang Natal lagi. Memang tahun ini, sekali lagi kita merayakan Natal di SICC, namun saya pikir tahun depan sebaiknya kita merayakan Natal di Gelora Bung Karno kembali, sebab SICC tidak bisa menampung jemaat yang terlalu besar.

Waktu berjalan begitu cepat, ada berapa banyak di antara Saudara yang mau dituntun Tuhan untuk memasuki tahun 2010? Pada waktu kami mulai doa keliling, ternyata benar apa yang Tuhan katakan tentang “Aku hendak mengajar, mau memberi nasihat dan menuntun jalan yang akan kau tempuh …”. Karena untuk tahun 2010 Tuhan memberikan ayat dari Yohanes 10:10 seperti yang sudah kita baca tadi, tetapi terutama ayat 10b yang berkata, “… Aku datang, supaya mereka (termasuk kita semua) mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Haleluya!!!

Tahun 2010, Tahun Pemulihan dan Kelimpahan

Tuhan juga memberikan tema untuk tahun 2010, yaitu:

“Tahun 2010, Tahun PEMULIHAN dan KELIMPAHAN!”

Tahun Pemulihan

Tuhan berkata, “Aku datang, supaya mereka (termasuk kita semua) mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Waktu manusia jatuh dalam dosa, rohnya itu mati, artinya putus hubungan dengan Tuhan sehingga tidak ada hubungan yang mesra antara manusia dengan Dia. Tetapi puji Tuhan, ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, Dia yang adalah hidup itu sendiri (sebab Tuhan Yesus pernah berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup…”) … masuk ke dalam hati kita, masuk ke dalam roh kita, maka roh kita menjadi hidup kembali. Haleluya!!!

Beberapa pesan Tuhan untuk kita adalah:

  1. Akan ada satu masa di mana banyak orang yang akan bertobat
    Ada seorang nabi yang mendapat penglihatan tentang gereja ini yang kemudian disampaikan kepada saya. Nabi itu berkata bahwa dalam 2 tahun ke depan ini, gereja ini paling tidak akan bertumbuh 2 kali lipat! Jadi akan ada satu gelombang di mana akan banyak terjadi pertobatan! Orang yang tadinya mati menjadi hidup dan dipulihkan.
  2. Akan ada banyak orang yang dipulihkan
    Tuhan berkata dalam Yohanes 11:25, “… Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, ….”

Yang dimaksud dengan “mati” di sini adalah tidak adanya pengharapan.

  • Mungkin ada di antara Saudara yang rasanya sudah tidak berpengharapan lagi dengan penyakit Saudara, menurut dokter sudah tidak ada pengharapan.
  • Mungkin hubungan dalam suami-istri, hubungan orangtua-anak dan hubungan dalam keluarga rasanya tidak ada pengharapan lagi untuk dipulihkan.
  • Mungkin situasi bisnis atau keuangan Saudara rasanya tidak ada pengharapan.

Saya mau beritahu Saudara bahwa ini adalah Tahun Pemulihan. Tuhan katakan, “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati!” Amin!!!

Itulah pemulihan! Dan pemulihan berbicara tentang apa yang dulu pernah ada tetapi dicuri oleh iblis karena iblis itu adalah pencuri yang hanya membunuh dan membinasakan, tetapi Tuhan akan kembalikan lagi. Itu adalah pemulihan! Karena itu, ini adalah Tahun Pemulihan! Amin!

Tahun Kelimpahan

Kalau kita percaya kepada Yesus dan setia sampai akhir, maka jaminannya adalah hidup kekal selama-lamanya. Selain itu, selagi kita masih ada di dunia ini, Tuhan menjanjikan hidup yang berkelimpahan dalam segala hal! Yaitu kelimpahan dalam kasih! Kelimpahan dalam sukacita! Kelimpahan dalam damai sejahtera! Kelimpahan dalam ketenangan! Kelimpahan dalam ketenteraman! Kelimpahan dalam kesehatan! Kelimpahan dalam berkat secara materi! Amin!!!

Apa yang dimaksud dengan pemulihan dan hidup berkelimpahan? Apakah hanya sebatas itu? Ternyata kemudian Tuhan memperjelas dengan Ulangan 11:8-32, dan ayat ini supaya dibaca baik-baik di rumah.

Hari-hari ini Tuhan menunjukkan bahwa apa yang Dia janjikan dalam Ulangan 11:8-32 itu akan Saudara alami! Disitu dikatakan bahwa kalau kita berpegang teguh kepada perintah yang Dia katakan pada hari ini, maka akan ada 2 hal yang akan Saudara terima seperti Bangsa Israel pada waktu itu, yaitu:

  1. Kekuatan untuk memasuki dan menduduki Tanah Perjanjian
    Apa yang Tuhan janjikan tadi? Pemulihan dan Kelimpahan! Jadi, Saudara akan mendapatkan kekuatan untuk memasuki hidup yang berkelimpahan dan pemulihan itu. Artinya, kuasa untuk menikmati! Mungkin Saudara berpikir bahwa untuk menikmati itu tidak perlu kuasa. Justru itu perlu! Sebab Saudara tidak bisa menikmati kalau tidak diberi kuasa oleh Tuhan, tetapi yang harus kita lakukan adalah kita harus berpegang teguh kepada perintah yang Tuhan katakan pada hari ini!
  2. Panjang Umur
    Apakah Saudara mau panjang umur? Kita semua tentu mau panjang umur! Jadi ayat-ayat itu berbicara tentang ketaatan yang mendatangkan berkat dan ketidak-taatan yang mendatangkan kutuk. Tetapi saya percaya kita yang ada di tempat ini mau berkat, karena Tuhan janjikan berkat atas kita.

Dikatakan bahwa, “Negeri yang akan kamu masuki (ini merupakan gambaran dari apa yang disebutkan dengan pemulihan dan kelimpahan tadi) … bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.” (Ulangan 11:10).

Memang memelihara kebun sayur itu diperlukan kerja keras yang luar biasa, untuk menyiraminya dan sebagainya, sehingga rasanya seperti kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki.

Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa, “Negeri yang akan kamu masuki itu adalah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah dimana airnya datang dari hujan yang akan turun …” (Ulangan 11:11)

Hujan berbicara tentang “berkat”. Dan dikatakan pula bahwa: “… itu adalah negeri yang dipelihara Tuhan dan mata Tuhan tetap mengawasi negeri itu dari awal tahun sampai akhir tahun. Jadi, kalau kamu berpegang teguh kepada perintah yang Aku perintahkan kepadamu, kamu lakukan itu, kamu taat sehingga kamu mengasihi Tuhan dan beribadah kepada Dia dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan … (maka, inilah janji Tuhan) … Aku akan mencurahkan hujan bagi tanahmu pada waktunya, yaitu hujan awal dan hujan akhir, sehingga kamu dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu. Dan Aku akan menyediakan rumput bagi hewanmu sehingga kamu akan makan dengan kenyang” (Ulangan 11:12-15). Itulah yang disebutkan dengan hidup yang berkelimpahan!

Saudara camkan baik-baik! Dari tadi yang dibicarakan adalah tentang ketaatan kepada Firman Tuhan, dan Tuhan sudah berkata, “Aku sekarang ini sedang menuntun kamu, mengajar kamu dan menunjukkan jalan kepadamu, mata-Ku tertuju kepadamu!”

Jadi sekali lagi, kita tidak mungkin bisa melihat, mendengar dan mengerti apa yang menjadi tuntunan Tuhan, kalau mata kita tidak tertuju kepada Tuhan. Itu berbicara tentang kehidupan yang intim dengan Tuhan.

Hidup intim dengan Tuhan

Selama saya berkeliling ke menara-menara doa di dalam masa puasa ini, ada 2 pesan Tuhan yang sangat kuat, yaitu:

  1. Tentang keintiman dengan Tuhan
  2. Tentang Kerajaan Allah

Tema yang Tuhan berikan adalah: “Aku datang segera!” Saudara harus hidup intim dengan Tuhan hari-hari ini. Ada beberapa alasan mengapa kita hidup intim dengan Tuhan, yaitu:

  1. Mengasihi Tuhan.
    Kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Ini adalah kuncinya! Kalau Saudara mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan, maka otomatis Saudara jadi intim dengan-Nya.
  2. Intim dengan Tuhan.
    Keintiman itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang telah dewasa. Artinya, kerohanian Saudara harus dewasa, menjadi orang Kristen yang dewasa. Menurut hukum di Indonesia, jika seseorang sudah mencapai umur 21 tahun, maka ia dinyatakan akil-baliq, sehingga tidak perlu perwalian lagi karena ia telah disebut dewasa.
    Pesan Tuhan buat kita, yaitu supaya kita semua menjadi orang Kristen yang dewasa! Jangan jadi Kristen anak-anak yang setiap harinya hanya minum susu saja! Artinya, hanya menyukai Firman Tuhan yang ringan dan “lucu”. Begitu Firman Tuhan yang disampaikan agak sedikit berat dan apalagi seperti menempelak dirinya, ia langsung berkata, “Tidak enak gereja di sini, saya pindah saja. Masa” orang disinggung-singgung terus. Siapa yang beritahu rahasia saya? Mengapa hamba Tuhan itu bisa tahu?”

Seorang Kristen yang dewasa, ketika menerima teguran dari Firman Tuhan, ia akan berkata, “Amin! Amin! … Oh, Tuhan, saya mau berubah … saya mau berubah!”

Seorang Kristen yang dewasa mempunyai karakter seperti prajurit. Sebab tidak ada seorang anak yang bisa menjadi prajurit, kecuali pemberontak-pemberontak di Afrika yang merekrut anak-anak kecil. Tetapi prajurit dari pemerintahan yang sah pastilah seorang yang telah dewasa!

Salah satu karakter dari seorang prajurit yang sedang berjuang adalah tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupan, dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Memang soal-soal penghidupan itu perlu kita perhatikan, tetapi kalau kita selalu memusingkan diri dengan hal-hal seperti itu, misalnya:

  • “Besok saya makan apa?
  • Anak saya bagaimana?
  • 10 tahun lagi saya bagaimana?”

Dan itu terus yang menjadi perhatiannya, maka ia bukan seorang yang mempunyai karakter prajurit.

Padahal Tuhan sudah berkata, “Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum, apa yang akan kamu pakai. Semua itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapa-mu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Karena itu, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, … maka (‘bonusnya’) … semuanya akan ditambahkan kepadamu!” (Matius 6:33)

Apakah Saudara masih ingat dengan prajurit Gideon yang berjumlah 300 orang itu? Mari kita bersama-sama kembali merenungkannya. Bayangkan, prajurit Gideon yang jumlahnya hanya 300 orang ini akan berperang melawan bangsa Midian yang prajuritnya tangguh-tangguh.

Apakah Saudara masih ingat dengan prajurit Gideon yang berjumlah 300 orang itu? Mari kita bersama-sama kembali merenungkannya. Bayangkan, prajurit Gideon yang jumlahnya hanya 300 orang ini akan berperang melawan bangsa Midian yang prajuritnya tangguh-tangguh.

Dikatakan bahwa prajurit-prajurit Midian membawa persenjataan yang lengkap seperti pedang, tombak dan panah. Sebaliknya prajurit Gideon ini senjatanya lebih luar biasa lagi, yaitu di tangan kanan memegang sangkakala dan di tangan kirinya memegang buyung kosong yang isinya hanya obor atau suluh.

Kemudian Gideon berkata, “Perhatikan aku! Lakukan apa yang aku lakukan!” Anehnya, satu pun dari prajuritnya tidak ada yang bertanya, “Waduh Gideon, apa ini tidak salah, masa berperang seperti ini?“, tetapi sebaliknya mereka hanya berkata, “Siap!!!” Mungkin mereka tidak mengerti, tetapi mereka tetap berkata, “Siap!!!”… inilah karakter prajurit yang Tuhan mau.

Kemudian Gideon memberi perintah untuk meniup sangkakala. Ketika Gideon meniup sangkakala maka seluruh prajurit juga meniup sangkakala. Setelah itu mereka lalu memecahkan buyungnya sehingga muncullah suluhnya dan mereka berteriak, “Pedang demi Tuhan dan demi Gideon! Pedang demi Tuhan dan demi Gideon!” Selanjutnya apa yang terjadi? Dikatakan bahwa prajurit-prajurit Midian yang begitu kuat berteriak-teriak karena bingung dan ketakutan dan akhirnya lari semua! Orang Israel mengalami kemenangan! Haleluya!!!

Saudara yang dikasihi Tuhan, tuntunan Tuhan kebanyakan tidak masuk akal! Catat ini baik-baik! Gereja ini sekarang berumur 21 tahun, setiap bulan Tuhan memberikan tuntunan untuk disampaikan, sampai hari ini. Dan rata-rata tuntunan Tuhan itu tidak masuk akal. Pada waktu kita mau memasuki puasa ini, ada sesuatu yang luar biasa, yaitu:

  • kita berpuasa selama 21 hari,
  • dimulai pada tanggal 21 November, dan ini tidak dibuat-buat.
  • selesai puasa tanggal 12 Desember (angka 21 yang dibalik),
  • dan ini terjadi pada waktu umur gereja kita 21 tahun,
  • serta ketika saya sudah mengunjungi Tanah Perjanjian sebanyak 21 kali.
  • Dan yang luar biasa, setelah Daniel berpuasa 21 hari, dia bertemu dengan Tuhan dan Tuhan memberikan pengertian kepadanya tentang apa yang akan terjadi.

Saya ingat di tahun 2006, Tuhan katakan, “Tahun 2006, tahun mujizat dan tahun kesembuhan!” Pertama-tama kita hanya mengucapkannya dulu, dan belum terjadi apa-apa. Lewat satu bulan juga belum terjadi apa-apa, tetapi begitu masuk 1-2 bulan, orang-orang mulai berkata, “Eh, ngomong apa itu?” Ini memang resiko daripada sebuah visi.

Awalnya karena percaya maka kita perkatakan, tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan belum terjadi apa-apa, orang-orang mulai mempertanyakan; bahkan meragukan kebenaran dari visi yang diperkatakan itu. Tetapi apa yang terjadi? Kalau kita lihat hari ini, apa yang Tuhan katakan itu benar-benar sudah terjadi!

Saudara, jangan sampai kehilangan momentum yang seperti ini. Sebab janji Tuhan pasti ya dan amin! Saudara akan dipulihkan dan akan mengalami kelimpahan. Tetapi nanti ketika dituntun dan Saudara “miss” dalam hal ini, maka itu tidak akan terjadi. Tetapi kalau Saudara intim dengan Tuhan, Saudara akan tahu dan berkata, “Mengapa seperti ini, Tuhan? Tetapi karena Engkau yang mengatakannya, aku akan tetap lakukan!” Orang yang seperti inilah yang akan mengalami apa yang Tuhan janjikan!

Ketika bulan September tahun 2008 resesi ekonomi dan keuangan mulai melanda dunia, Tuhan justru berkata sebaliknya, “Tahun 2009, Tahun Mujizat dan Tahun Kesembuhan Yang Kreatif! Percayakah engkau akan hal ini?

Dan ternyata memasuki tahun 2010 ini dunia mulai digoncang lagi. Institusi keuangan ‘Dubai World’ yang tadinya disangka begitu kuat, tiba-tiba goyang juga dan entah bagaimana selanjutnya. Mungkin itu hanya sebagai salah-satu contoh dan kita tidak tahu apa lagi yang akan goyang selanjutnya. Selanjutnya Tuhan berkata, “Sekali lagi, Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, tetapi langit juga!” Tuhan sedang mau menggocang-goncang, tetapi di tengah-tengah goncangan itu Dia berkata, “Tahun 2010, Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan!! Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan! Percayakah engkau akan hal ini?”

Generasi Yosua

Saya sudah memberikan pekerjaan rumah buat Saudara untuk membaca dan merenungkan Mazmur 120-134, dan saya minta agar Saudara membacanya terus, serta melakukan kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam mazmur tersebut, sebab itu penting!

Janji Tuhan tadi adalah:

  • Yang pertama, kita mendapat kuasa untuk menikmati
  • Yang kedua, kita akan panjang umur

Pengkhotbah 7:17 berkata, “Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?”

Saya berdoa agar tidak ada yang mengalami “premature death”, tetapi Saudara semua panjang umur sesuai apa yang Tuhan berikan. Mungkin Saudara ingat pada waktu Tuhan berpesan tentang “Aku datang segera!”, Dia juga berbicara tentang “Joshua Generation”.

Secara umur disepakati oleh hamba-hamba Tuhan yang menafsirkan ayat itu, bahwa mereka yang lahir tahun 1967 ke atas yang termasuk “Joshua Generation”. Ketika saya berbicara hal ini selama beberapa bulan, yang lahir pada tahun 1967 ke bawah terdiam semua, termasuk saya.

Tetapi tiba-tiba Tuhan mulai berbicara melalui 1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Jadi, menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali, roh, jiwa dan tubuh kita harus kedapatan sehat sempurna.

Kemudian Tuhan menyuruh saya berkata, “Saudara-Saudara, meskipun Saudara lahir tahun 1967 ke atas, tetapi salah satu dari roh, jiwa dan tubuhnya tidak sehat, berarti Saudara bukan Generasi Yosua!” Mengapa? Karena Generasi Yosua adalah “generasi perang” dan seorang prajurit harus sehat secara roh, jiwa dan tubuhnya. Tetapi sebaliknya orang yang lahir tahun 1967 ke bawah, kalau sehat roh, jiwa dan tubuhnya, maka ia termasuk “Joshua Generation“. Haleluya!

Ada satu pesan Tuhan yang luar biasa yang saya terima.

  • Dalam Kejadian 6:3 dikatakan bahwa umur manusia menurut Tuhan adalah 120 tahun. Jadi, yang mengatakan hal ini adalah Tuhan sendiri.
  • Kemudian dalam Mazmur 90:10 Musa berkata, “Umur manusia 70 tahun, kalau kuat 80 tahun!” Saya mau bertanya, dalam ayat itu yang berkata Musa atau Tuhan? Tentu Tuhan juga. Tetapi mengapa kedua perkataan Tuhan itu berbeda? Di satu ayat Tuhan berkata umur manusia 120 tahun sedangkan di ayat satunya Tuhan berkata umur manusia 70 tahun, kalau kuat 80 tahun.
  • Selanjutnya dalam Ulangan 34:7 dikatakan bahwa Musa mati pada usia 120 tahun! Dikatakan pada waktu itu matanya belum pudar dan kekuatannya belum hilang!
  • Yosua pun matinya dalam usia 110 tahun.

Dalam Mazmur 103:1-5 Daud berkata, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”

Kita harus memuji-muji Tuhan karena Daud berkata:

  1. Dia mengampuni segala kesalahanmu
  2. Dia menyembuhkan segala penyakitmu
  3. Dia menebus hidupmu dari lobang kubur
  4. Dia memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat
  5. Dia memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. “My youth is renewed like the eagle’s”, artinya masa mudanya Daud dikembalikan lagi. Mungkin di sini ia sudah tua, tetapi Tuhan kembalikan kepada masa mudanya, seperti halnya seekor burung rajawali.

Proses burung rajawali ini luar biasa. Rajawali itu biasanya mati pada umur 40 tahun, mengapa? Karena pada usia itu,

  • paruhnya sudah bengkok sampai ke dadanya sehingga ia sudah tidak bisa makan lagi,
  • kukunya sudah tumpul sehingga ia sudah tidak bisa mencari mangsa untuk dimakan, dan
  • bulunya pun sudah menebal sehingga ia sudah tidak bisa terbang tinggi lagi.

Apa yang ditunggunya kalau sudah demikian? Hanya menunggu mati saja!

Tetapi sekarang ada pilihan baginya, apabila ia mau menambah umur hingga 30 tahun lagi, maka ada hal yang harus dilakukannya, yaitu:

  1. Ia harus naik ke atas gunung tinggi menyendiri. Dan apa yang dilakukannya di sana?
  2. Ia memukul-mukulkan paruhnya yang bengkok itu ke batu. Tentu saja ini sakit luar biasa, tetapi ia tetap lakukan sampai paruhnya itu lepas. Dan setelah itu tumbuhlah paruh yang baru.
  3. Dengan paruh yang baru itu, ia mencabuti bulu-bulunya. Ini pun tentu sakit sekali, tetapi setelah itu tumbuh bulu yang baru.
  4. Kukunya pun dicabuti sehingga tumbuh kuku yang baru. Dari proses ini, umur rajawali yang tadinya hanya 40 tahun saja sekarang menjadi 70 tahun! 40+30=120!
    Kalau 40+30=70 adalah perhitungan umur untuk rajawali, tetapi untuk manusia 40+30=120! Haleluya!!!

Saudara, ilmu pengetahuan hari-hari ini mendapatkan bahwa manusia itu bisa mencapai umur 120 tahun. Tetapi untuk itu ada 3 faktor yang mempengaruhi sehingga manusia bisa mencapai usia 120 tahun, yaitu:

  1. Vitamin yang cukup
  2. Berolah-raga
  3. Perkenanan Tuhan.

Dan ini yang penting, sebab kadang-kadang orang hanya mengejar mati-matian yang nomor 1 dan 2, tetapi kalau tidak mendapat perkenanan Tuhan, tiba-tiba di usia, misalkan enam puluh tahun – sudah dipanggil Tuhan.

Dan dikatakan bahwa orang yang roh, jiwa dan tubuhnya sehat bisa mencapai umur 120 tahun. Apakah Saudara masih mau umur panjang? Renungkanlah ketiga hal tersebut!

Saudara, pesan Tuhan sehubungan dengan perkataan Tuhan, “Aku datang segera!” adalah, “Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya pada waktu tuannya itu datang!” Jadi artinya, dalam menunggu kedatangan-Nya, kita terus melakukan tugas-Nya. Di sini saya tidak berbicara tentang umur. Saya mau bertanya kepada Saudara, kalau orang sudah pensiun apakah masih melakukan tugas-tugasnya? Tentu tidak!

Inilah yang Tuhan mau hari-hari ini, yaitu; tidak perduli berapa pun umur Saudara, Saudara harus dalam keadaan vitalitas yang tinggi. Ada seorang hamba Tuhan yang bernama Cal Pierce yang melayani dalam bidang kesembuhan seperti saya. Dia katakan bahwa di Amerika, bila seseorang sudah mulai masuk usia 50 tahun;

  • yang pertama ia pasti ditawari asuransi kesehatan,
  • yang kedua ia akan ditawari rumah jompo,
  • yang ketiga, ia akan didatangi kelompok ‘umas’ serta diucapkan selamat datang dalam kelompok ‘umas’ tersebut,
  • yang keempat, ia akan mulai ditawari tanah kuburan.

Mengapa? Sebab memang sudah dipatok bahwa usia manusia itu 70 tahun dan kalau kuat bisa mencapai 80 tahun, sehingga rasa-rasanya harus mulai ‘bersiap-siap’.

Demikian juga dengan hamba Tuhan ini, pada usia 65 tahun terjadilah apa yang ia takutkan, yaitu vitalitasnya merosot dan kesehatannya menurun secara drastis, padahal ia dipakai Tuhan dalam bidang kesembuhan!

Lalu Tuhan berbicara kepadanya dalam mimpi, “Aku akan membuat engkau menjadi sehat!” Dia memang tidak sebutkan apa yang Tuhan katakan kepadanya, tetapi yang pasti dia katakan bahwa dalam tempo 5 bulan dia sudah menurunkan berat badan sebanyak 35 pounds. Jadi ternyata supaya sehat ia disuruh menguruskan badan dan rupanya berita untuk menguruskan badan ini menjadi salah satu faktor yang utama didalam menjaga kesehatan. Dan ini sangat penting!

Sebagai contoh, kalau tadi dikatakan umur manusia hanya 70 tahun, mungkin saya – yang tahun ini berusia 60 tahun – hanya bisa berkata, “Wah, kira-kira Tuhan datang atau tidak yah dalam 10 tahun lagi? Kalau Dia belum datang juga, mungkin saya sudah keburu dipanggil Tuhan!”, sehingga akhirnya tidak ada gairah lagi untuk bertemu dengan-Nya pada saat ‘rapture’.

Yang dimaksudkan di sini adalah masih dalam keadaan hidup kemudian diubahkan dalam tubuh kemuliaan untuk terangkat dan berjumpa Yesus di awan-awan.

Namun sekarang kalau Tuhan katakan umur manusia 120 tahun, maka yang berumur 60 tahun seperti saya ini akan berkata, “Masakan dalam 60 tahun lagi Tuhan Yesus belum datang?”, jadi akan ada suatu gairah yang muncul!

Dan saya mau katakan satu hal kepada Saudara yang masih muda, bahwa usia tidak menentukan kesehatan. Karena itu, meskipun Saudara lahir di tahun 1967 ke atas, berhati-hatilah! Sebab Saudara harus tetap menjaga agar roh, jiwa dan tubuhmu sehat sempurna pada waktu Dia datang. Amin!

Saya percaya apa yang Cal Pierce alami itu persis seperti apa yang saya alami waktu itu, di mana saya disuruh menurunkan berat badan dengan cara pembuluh darah jantung saya disumbat oleh Tuhan, sehingga saya lalu mati-matian menurunkan berat badan. Karena sebelumnya saya tidak pernah serius ketika disuruh menurunkan berat badan, sehingga berat badan saya tetap saja dan tidak turun-turun.

Memasuki tahun 2010, saya berdoa agar kita semua sehat dan hidup dengan vitalitas tinggi, sehingga pada waktu Dia datang kita kedapatan sedang melakukan tugas-tugas kita, dan apa yang sedang Tuhan tugaskan kepada kita hari-hari ini dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya serta dengan vitalitas yang tinggi. Jangan sampai ada yang ketika ditanya Tuhan, “Apa yang sedang kamu lakukan?”, jawabnya, “Saya sedang pensiun, Tuhan”. Lalu Tuhan tanya lagi, “Kamu mulai umur berapa ketika pensiun?” dan jawabnya, “Umur 51 tahun, Tuhan”. Kalau sudah begini tentunya repot, sebab selain pensiun tidak melayani, ia juga pensiun dalam semua hal. Yang seperti ini bukanlah seorang yang kedapatan sedang melakukan tugasnya ketika Tuannya itu datang.

Tetapi saya berdoa, memasuki tahun 2010, Saudara dalam keadaan sehat, kuat dan sempurna baik roh, jiwa dan tubuhmu. Amin!!!

TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu – 6 Desember 2009 di Senayan.

 

Sikap Hati Terhadap Hal-Hal yang Kudus


RINGKASAN KHOTBAH Pdt.Bambang Jonan

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. (2 Samuel 6:11-12)

Latar belakang kisah ini:
Dimulai dari Raja Daud yang mengumpulkan para pemimpin dan berkata bahwa, "Pada waktu pemerintahan Raja Saul, kita tidak memperhatikan tabut perjanjian Allah dan membiarkannya". Dalam Perjanjian Lama TABUT ALLAH selalu berbicara tentang satu hal yaitu KEHADIRAN TUHAN. Daud berkata, "Tidak baik karena selama ini kita membiarkan tabut Allah ditengah-tengah kita. Mari jika engkau pandang baik, kita akan mengembalikan tabut Allah ini ketempatnya yaitu ke kota Daud, di bukit Sion" Kemudian mereka lalu berkata, "Kami setuju dan sepakat untuk mencari dan menempatkan Tuhan pada tempatnya". Mereka mulai mempersiapkan suatu ekspedisi pemindahan yang luarbiasa dengan melibatkan tigapuluh ribu orang pemimpin-pemimpin. Kemudian Daud berjalan dari Baale-Yehuda bersama orang-orang pilihan untuk membawa pulang tabut itu. Namun pada waktu berada di pengirikan Kidron, pedati tempat dimana mereka menaruh tabut perjanjian Allah tiba-tiba masuk ke lobang dan peti itu seolah mau jatuh. Ketika melihat hal tersebut, maka Uza mengulurkan tangan hendak menjamah tabut itu. Dalam ayat 7 dituliskan, seketika itu juga bangkitlah murka Allah terhadap Uza lalu Tuhan membunuh dia disana sehingga tempat itu disebut Perez Uza. Ayat 8 dicatat, Daud begitu takut akan Tuhan karena dia melihat didepan matanya Tuhan menyambar mati Uza yang menjamah tabut dengan tidak sengaja.

Dari pembacaan ayat pokok diatas, ternyata tabut Tuhan yang sama, yang dipegang oleh Uza menjadikannya mati, pada waktu masuk rumah Obed-Edom, dia diberkati dengan luarbiasa. TABUT ALLAH IDENTIK DENGAN KEHADIRAN TUHAN.

Ada dua dampak berbeda yang terjadi dengan kehadiran Tabut Tuhan bagi beberapa orang yaitu: KEHADIRAN TUHAN DAPAT MENGAKIBATKAN BERKAT ATAU MAUT.

Kehadiran Tuhan bisa membawa maut bagi beberapa orang
Contoh pertama: tertulis dalam 1 Samuel 5:1-12 dimana kehadiran Tuhan membawa bencana dan bukannya berkat bagi satu kota. Orang Filistin pernah merampas tabut Allah dari Eben-Haezer, membawanya ke kuil mereka di Asdod, dan meletakkannya di sisi patung Dagon. Ketika orang Asdod bangun pagi, mereka mendapati bahwa patung Dagon telah terjatuh dengan muka ke tanah dihadapan Tabut Tuhan; lalu mereka mengambil Dagon dan meletakkannya kembali di samping Tabut Tuhan. Namun keesokan harinya mereka mendapati lagi patung Dagon itu telah sujud menyembah dihadapan Tabut Tuhan dengan kondisi kepala dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu kuil, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal. Tangan Tuhan lalu menghajar penduduk Asdod dan daerah sekitarnya dengan borok. Melihat hal tersebut, orang-orang Filistin kemudian memindahkan Tabut itu ke Gat. Namun akibatnya penduduk kota itu anak-anak dan dewasa, juga terkena borok. Mereka berusaha memindahkan tabut ke Ekron, namun malapetaka yang sama juga terjadi atas penduduk kota itu sehingga menimbulkan banyak kematian dan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Contoh kedua: dalam 1 Samuel 6:19, orang Israel mencoba untuk melihat tabut perjanjian Allah, namun akibatnya tujuh puluh orang dihantam mati oleh Tuhan.
Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. (Ibr 12:29)

Contoh ketiga: Korah, Datan, Abiram, orang-orang pilihan Tuhan. Tuhan berkata begini, "Bakar ukupan dihadapanKu, nanti kamu akan mengetahui siapa pemimpin yang benar dan siapa pemimpin yang tidak benar" Korah, Datan, Abiram datang untuk mempersembahkan korban dihadapan Tuhan. Pada waktu itu tiba-tiba bumi terbuka dan menelan mereka hidup-hidup. (Bil 26:9-10)

Contoh keempat: Nadab dan Abihu, anak Musa. Dua orang Hamba Tuhan yang bertugas, mempersembahkan korban dihadapan Allah. Dicatat, pada waktu mereka mempersembahkan korban, api dari Tuhan turun menghantam mereka dan keduanya mati di tempat. Lalu Tuhan berkata, "Musa, jangan engkau menangis karena anakmu". (Bil 26:61)

Contoh kelima: Ananias dan Safira. Pada waktu mereka menjual tanah dan membawa hasilnya kepada Tuhan namun menyembunyikan sebagian hasil penjualan itu. Tuhan hanya berkata begini, "Ananias, Safira, mengapa engkau menipu Aku?" Pada waktu mereka menyangkal, api Tuhan turun dan menyambar mati keduanya (Kis 5:1-11)

Kehadiran Tuhan membawa berkat bagi Obed-Edom
Waktu Daud melihat Uza mati dihantam Tuhan, dia memerintahkan untuk menitipkan tabut perjanjian ke rumah Obed-Edom. Begitu masuk ke rumah Obed-Edom, dicatat dalam ayat pokok diatas, tiga bulan lamanya tabut perjanjian berada di rumah Obed Edom dan TUHAN memberkati keluarga mereka secara luarbiasa. Berkat yang Tuhan berikan kepada Obed-Edom beserta seisi keluarganya sangat melimpah. Buktinya, seluruh bangsa Israel bahkan Raja Daud sekalipun tahu tentang kekayaan Obed-Edom akibat tabut Tuhan itu. Tabut yang membawa kematian bagi beberapa orang, masuk kedalam rumah Obed-Edom justru menjadi berkat.

Masalahnya: Berapa tahun Anda bergereja? Berapa tahun Anda kenal Tuhan? Berapa tahun Anda beribadah kepada Tuhan? Obed-Edom tiga setengah bulan hidup bersama Tuhan dan Allah mengubah kehidupannya. Bagaimana kehadiran Tuhan dalam kehidupan Saudara? Apakah Saudara mengalami berkat dan anugerah Tuhan pada waktu Saudara masuk dalam hadirat Tuhan, pada waktu Saudara berkata,"Yesus juruselamatku" Apakah pada waktu itu Saudara mengalami berkat seperti Obed-Edom? Tuhan berjanji,
"Aku akan mengangkat engkau naik dan tidak pernah turun. Aku akan mengangkat engkau menjadi kepada dan bukannya ekor" (Ul 28:13)

Pertanyaannya: Bagaimana Obed-Edom bisa diberkati Tuhan secara luar biasa ketika Tabut Allah masuk ke rumahnya?

Kunci pertama: Obed Edom seorang yang rendah hati
Obed artinya hamba. Tuhan lebih senang tinggal di rumah seorang hamba. Seorang yang mau merendahkan hatinya dihadapan Tuhan.

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. (Ams 22:4)

Jangan sombong kalau mau mengalami berkat dari Tuhan. Mungkin Anda adalah seorang yang berhasil di masyarakat, seorang pengusaha yang sukses atau seorang yang punya kedudukan tinggi. Namun kunci pertama waktu datang menghadap kepada Tuhan adalah, jangan sombong. Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan yang pertama adalah kekayaan, lalu kehormatan dan juga kehidupan. Tuhan tidak hanya memberikan kekayaan namun juga kehidupan atau kuasa untuk menikmatinya. Obed-Edom datang dengan cara merendahkan diri dihadapan Tuhan.

Kata worship (menyembah) diambil dari kata ibadah. Ibadah dalam bahasa aslinya diambil dari dua kata yaitu avoda, dan latreia. Ibadah artinya pekerjaan seorang budak/hamba. Bagaimana seorang hamba menghadap tuannya? Dalam kamus Alkitab dijelaskan caranya yaitu datang menghadap tuannya dengan kepala menyentuh tanah (tiarap). Oleh sebab itu Daud berkata

"Seperti mata seorang budak laki-laki memandang kepada tangan tuannya, demikian mataku memandang kepadaMu ya Tuhan" (Mzm 123:2)

Ibadah artinya kita datang kepada Tuhan dengan sikap hati seorang budak yang tidak berani memandang wajah tuannya namun hanya dapat memandang tangannya. Dari perkataan melakukakan pekerjaan seorang budak (ibadah) inilah lahir kata worship (menyembah).

Menyembah (worship) diambil dari kata proskuneo yang artinya pekerjaan yang dilakukan seperti seorang tuan dengan (maaf) anjingnya. Seekor anjing kalau bertemu dengan tuannya tidak pernah bisa diam. Dia akan melompat-lompat dikandangnya, ekornya terus bergoyang dengan kuat bahkan sampai mengoyangkan seluruh badannya. Lalu kemanapun tuannya melangkah dia terus mengikuti dengan girang karena sukacita dapat bertemu dengan tuannya. Dia tidak akan berhenti sebelum tuannya bereaksi dengan cara mengelus-elus leher atau tubuh anjing tersebut. Hendaknya kita datang beribadah kepada Tuhan dengan kerendahan hati dan hati yang meluap oleh sukacita oleh karena hendak bertemu dengan "tuan"nya.

Kunci kedua: Obed Edom seorang worshiper

...sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom, Yeiel dan Azazya harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih rendah tingkatnya untuk mengiringi nyanyian. (1 Taw 15:21).

Apakah Saudara suka memuji dan menyembah Tuhan? Alkitab berkata di Surga itu suasananya penuh dengan Pujian Penyembahan 24 Jam dalam sehari. Wahyu 4:8 menuliskan bahwa di sekeliling tahta Tuhan ada 24 tua-tua menyembah siang dan malam tiada henti. Surga adalah suatu tempat yang penuh dengan pujian dan penyembahan. Jadi orang yang ingin masuk Surga harus suka memuji dan menyembah Tuhan supaya betah tinggal di sana.

"Aku hendak menyanyi bagi Tuhan selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepadaNya! Aku hendak bersukacita karena Tuhan." (Mzm 104:33-34)

Pujian Penyembahan bukan soal aktivitas melainkan masalah sikap hati. Yang kedengaran dihadapan Tuhan adalah perenungan kita (apa yang di dalam hati).

Apakah Anda merasakan sukacita dan kerinduan untuk senantiasa memuji menyembah TUHAN? Saat beribadah tubuh, jiwa dan roh harus ada di gereja. Jangan hanya tubuhnya saja sementara pikiran menerawang ke tempat lain. Ketika sedang menyembah TUHAN, apa hati juga ikut memuliakan Tuhan?

"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu." (Mat 15:8)

Kalau hati bersih, penyembahan yang keluar dari mulut juga akan mengalir dengan indah. Allah kita adalah Tuhan yang menguji hati kita. Seseorang pernah bertanya, "Bagaimana bisa memuji dan menyembah, sedangkan saya tidak bisa nyanyi?" Yang penting sikap hati yang memuji dan menyembah TUHAN. Worship bukan activity melainkan sikap kita. Kalau ada niat jahat dalam hati, ALLAH di Surga tidak akan mendengar doamu. Kalau hatinya bersih, semuanya akan flow.

Daud pernah gagal dengan sikap hati kepada TUHAN. 2 Samuel 6:12 mencatat waktu Daud melihat bahwa Uza mati karena memegang tabut, dia begitu marah. Namun dalam kegagalannya, dia tidak meninggalkan TUHAN. Ketika Daud mendengar Obed-Edom diberkati Tuhan sangat kaya oleh karena tabut itu, dia bangkit kembali. Dia selidiki Firman Tuhan dan mengambil keputusan untuk mengangkut tabut dengan cara diusung dan membawanya ke kota Daud. Sikap hati Daud ini sungguh sangat terpuji. Alkitab katakan orang benar sepuluh kali jatuh sepuluh kali bangkit, orang fasik jatuh sekali dia tidak mau bangun lagi. Daud gagal, dia bangun, cari tahu cara yang benar, come back, kembali melayani TUHAN dan berhasil membawa tabut Tuhan itu sampai ke kotanya.

Kunci ketiga: Obed Edom mengasihi Tuhan lebih dari segalanya

...dan Sebanya, Yosafat, Netaneel, Amasai, Zakharia, Benaya dan Eliezer, yakni imam-imam itu, meniup nafiri di hadapan tabut Allah, sedang Obed-Edom dan Yehia adalah penunggu pintu pada tabut itu. (1 Taw 15:24)

Walaupun Obed-Edom telah diberkati TUHAN dengan sangat luar biasa namun hatinya tidak melekat pada harta. Ketika tabut dipindahkan dari rumahnya, dia lebih memilih untuk terus mengikuti tabut itu daripada lekat dengan hartanya walaupun hanya sebagai penjaga pintu di rumah ALLAH. Dia tinggalkan seluruh kekayaannya untuk pergi mengikuti tabut dan menjadi door keeper bahkan sampai akhir hayatnya.

Bagaimana kasih Saudara kepada TUHAN? Perpecahan gereja terjadi karena satu hal, jemaat datang ke gereja cari Hamba Tuhan dan bukan cari TUHAN. Tidak cocok dengan gerejanya karena faktor manusia dan bukan TUHAN nya. Kita harus sampai pada tingkatan seperti Obed-Edom. Dia begitu terobsesi dengan TUHAN lebih dari segalanya. Dia tinggalkan semua berkatnya dan pergi menjadi penjaga di pintu gerbang rumah Tuhan.

Mengukur Kasih Kepada Tuhan
Sampai sedalam apa engkau mengasihi TUHAN? Kasih seseorang kepada Tuhan dapat diukur dari korban persembahannya. Maleakhi 1:6-8 menuliskan, kalau memang hormat dan mengasihi Tuhan, mengapa bawa persembahan yang timpang kepadaKu? Tanda seseorang menghormati TUHAN, lihat saja persembahan apa yang dia bawa kepada Tuhan. Apakah persembahan yang The Best, Second Best atau bahkan Third Best. Hal ini tidak berbicara tentang nilai nominal melainkan apakah itu merupakan korban yang terbaik atau tidak.

"Apabila kamu datang untuk menghadap di hadiratKu, ... jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiKu." (Yes 1:12-13)

Seorang wanita pelacur saat bertemu dengan Tuhan mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi seharga 300 dinar yang sama dengan upah orang kerja setahun. Yudas marah-marah karena menganggap hal itu sebagai pemborosan namun Tuhan katakan, "Jangan marah, lihat kasihnya yang begitu besar kepada Ku" (Yohanes 12:1-8). Sulit untuk dapat dipercaya sesorang yang berkata mengasihi Tuhan namun tidak pernah mempersembahkan korban yang terbaik kepada Tuhan. Orang yang mengasihi Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk dipersembahkan. Kolekte itu persembahan. Coba jujur kepada diri sendiri, ketika memasukkan persembahan ke dalam kantong kolekte, apakah itu yang terbaik atau tidak.

Tabut Tuhan memberikan dua dampak yang berbeda bagi beberapa orang dan Obed-Edom. Kehadiran Tuhan memberkati seisi keluarga Obed-Edom dengan sangat melimpah karena tiga hal yang dia lakukan dalam hidupnya yaitu: datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, senantiasa gemar memuji dan menyembah Tuhan serta mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Bagaimana dampak kehadiran Tuhan dalam hidup Saudara? Kiranya pengalaman dampak kehadiran Tuhan dalam kehidupan Obed-Edom juga dialami oleh setiap anak Tuhan yang mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan setia dalam hidupnya. Tuhan memberkati.

 

 

Pelayanan ke Lampung

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by admin utama Thursday, 29 October 2009 02:03



Pelayanan ke Tulang Bawang, Lampung. Team pendoa plus dari GBI Intercon mengadakan pelayanan ke Lampung dan sekitarnya, team berangkat pada 14 Oktober dan kembali tanggal 17 Oktober. Team dibawah pimpinan Pdm.Edy Tjong melayani di GBI Malahayati Lampung dan mengadakan Kebaktioan Kebangunan Rohani di Tulang Bawang.

   

Page 1 of 2